BREAKING

TEKNOLOGI

ChatGPT Deep Research Kini Bisa Pilih Sumber & Dokumen

Update besar ChatGPT Deep Research! OpenAI tambahkan fitur pilih sumber manual dan integrasi dokumen internal. Riset jadi lebih akurat dan terpercaya.

BANDA ACEH – OpenAI kembali menghadirkan pembaruan signifikan pada fitur andalan mereka, ChatGPT Deep Research. Dalam upaya untuk meningkatkan akurasi dan kepercayaan pengguna profesional, pembaruan terbaru yang dirilis pada Rabu (11/2/2026) ini kini memungkinkan pengguna untuk memiliki kendali penuh atas sumber informasi yang digunakan oleh AI, serta kemampuan untuk mengintegrasikan dokumen internal ke dalam proses riset.

Langkah ini menjawab salah satu kritik terbesar terhadap AI generatif: ketidakpastian sumber data. Dengan fitur ini, ChatGPT bertransformasi dari sekadar chatbot pintar menjadi asisten riset yang presisi dan dapat diverifikasi.

Fitur “Pick Your Sources”: Akhir dari Halusinasi AI?

Pembaruan paling krusial adalah kemampuan untuk memilih sumber referensi secara manual. Sebelumnya, mode Deep Research akan menjelajahi internet secara luas (dan terkadang acak) untuk mencari jawaban. Kini, pengguna dapat menetapkan batasan yang jelas:

Whitelist Domain: Pengguna dapat memerintahkan ChatGPT untuk hanya mencari informasi dari situs web tertentu (misalnya: .gov, jurnal akademik, atau portal berita terverifikasi).

Kurasi Spesifik: Jika Anda sedang meriset topik medis, Anda bisa meminta AI hanya merujuk pada Mayo Clinic atau WHO, mengabaikan blog kesehatan yang tidak kredibel.

Transparansi: Hasil riset akan menampilkan sitasi yang lebih jelas, langsung mengarah ke sumber yang telah disetujui pengguna.

Integrasi Dokumen Bawaan (Built-in Documents)

Selain memilih sumber eksternal, ChatGPT Deep Research kini memungkinkan pengguna untuk melakukan analisis silang dengan dokumen internal.

Upload & Analisis: Pengguna dapat mengunggah file PDF, Excel, atau Word langsung ke dalam antarmuka riset.

Konteks Ganda: AI akan membaca dokumen tersebut dan menggunakannya sebagai landasan untuk mencari informasi tambahan di internet.

Contoh Kasus: Seorang pengacara dapat mengunggah kontrak hukum klien (dokumen internal) dan meminta ChatGPT mencari preseden hukum terbaru yang relevan dengan kasus tersebut di internet (sumber eksternal).

Pukulan bagi Kompetitor

Langkah OpenAI ini dinilai sebagai upaya agresif untuk menandingi Perplexity AI dan Google Gemini, yang selama ini unggul dalam hal transparansi sumber. Dengan memberikan kendali kurasi kepada pengguna, ChatGPT Deep Research kini menjadi alat yang jauh lebih menarik bagi jurnalis, analis keuangan, dan mahasiswa pascasarjana yang membutuhkan standar akurasi tinggi.

“Ini adalah fitur yang mengubah permainan. Pengguna tidak lagi harus ‘mempercayai’ AI secara buta, tetapi bisa ‘mengarahkan’ AI ke sumber kebenaran yang mereka yakini,” tulis analis teknologi.

Ketersediaan

Fitur pemilihan sumber dan dokumen bawaan ini mulai digulirkan secara bertahap untuk pengguna ChatGPT Plus dan Team mulai pekan ini, dengan ketersediaan penuh untuk pengguna Enterprise diharapkan hadir sebelum akhir bulan.

author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts