JAKARTA – Gelombang kepanikan melanda jutaan pengguna layanan internet di Indonesia setelah jaringan IndiHome dan Telkomsel (Telkom Group) dilaporkan mengalami gangguan massal pada Kamis (22/1). Gangguan ini menyebabkan koneksi internet melambat hingga terputus total (down), yang secara praktis melumpuhkan aktivitas digital para penggunanya di berbagai wilayah.
Keluhan mulai membanjiri media sosial sejak pagi hari, menjadikan tagar terkait gangguan layanan ini sebagai trending topic utama karena banyaknya masyarakat yang bergantung pada koneksi tersebut untuk bekerja dan belajar.
Gangguan dilaporkan terjadi secara sporadis namun mencakup wilayah yang luas. Banyak pengguna mengeluhkan lampu indikator pada modem IndiHome berubah menjadi merah (LOS), sementara pengguna data seluler Telkom mengeluhkan sinyal yang tidak stabil meski indikator bar menunjukkan penuh.
Beberapa aktivitas yang terdampak signifikan antara lain:
-
Pekerjaan Remote (WFH): Akses ke video conference dan aplikasi berbasis awan (cloud) terhenti.
-
Layanan Publik: Transaksi di sejumlah gerai yang menggunakan jaringan Telkom dilaporkan mengalami kendala.
-
Hiburan Digital: Pengguna tidak dapat melakukan streaming video maupun bermain game online.
Platform X (dahulu Twitter) menjadi muara kekesalan para pelanggan. Banyak netizen yang menyayangkan gangguan ini terjadi di jam sibuk kerja. Sebagian besar mengeluhkan minimnya informasi awal dari pihak penyedia layanan, sehingga banyak yang mengira kendala tersebut berasal dari perangkat pribadi mereka sendiri.
“Lagi asik meeting tiba-tiba koneksi hilang. Pas cek Twitter ternyata IndiHome lagi bermasalah nasional. Sangat mengecewakan di jam produktif,” tulis salah satu pengguna yang viral di media sosial.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Telkom tengah melakukan penelusuran mendalam terkait penyebab utama gangguan, apakah disebabkan oleh kendala teknis pada sistem pusat atau adanya gangguan pada kabel laut/darat. Tim teknis dilaporkan sudah dikerahkan untuk melakukan proses pemulihan (recovery) secepat mungkin.
Pihak manajemen menghimbau pelanggan untuk melakukan restart perangkat secara berkala dan memantau kanal komunikasi resmi untuk mendapatkan informasi update mengenai status pemulihan jaringan.[]









