SEANTERONEWS.com – Sebuah laporan mengejutkan datang dari para aktivis hak digital internasional yang memperingatkan adanya pergerakan masif di dalam pemerintahan Iran. Berdasarkan laporan terbaru per 17 Januari 2026, Iran dikabarkan tengah mematangkan rencana untuk melakukan pemutusan hubungan secara permanen dari internet global dan beralih sepenuhnya ke jaringan intranet domestik yang dikontrol ketat oleh negara.
Langkah ini dipandang sebagai upaya paling ambisius dari Teheran untuk menciptakan “kedaulatan digital” total, yang sekaligus memicu kekhawatiran akan isolasi informasi bagi jutaan warganya.
Aktivis menyoroti bahwa infrastruktur yang disebut sebagai “Jaringan Informasi Nasional” telah mencapai tahap kritis.
Filter Mandiri: Iran akan mengganti layanan global (seperti Google, WhatsApp, dan Instagram) dengan platform buatan dalam negeri yang dapat dipantau langsung oleh otoritas keamanan.
Pemutusan Jalur Keluar: Berbeda dengan pemadaman sementara saat unjuk rasa, rencana ini melibatkan perubahan arsitektur jaringan yang membuat akses ke server di luar negeri menjadi mustahil secara teknis.
Kendali Konten Total: Dengan jaringan tertutup, pemerintah memiliki wewenang penuh untuk menyaring, memblokir, dan melacak setiap aktivitas digital penduduk tanpa campur tangan protokol internet internasional.
Para pengamat internasional menilai bahwa kebijakan ini akan membawa dampak jangka panjang yang menghancurkan:
Kegelapan Informasi: Warga Iran akan kehilangan akses ke berita independen dari luar negeri, menjadikan media pemerintah sebagai satu-satunya sumber informasi.
Lumpuhnya Ekonomi Digital: Bisnis yang bergantung pada pasar internasional dan pengembang perangkat lunak akan terisolasi, mengancam pertumbuhan ekonomi sektor swasta.
Pengawasan Tanpa Batas: Tanpa adanya alat enkripsi global, privasi warga menjadi sangat rentan terhadap pengintaian negara.
Sejumlah organisasi HAM mendesak perusahaan teknologi besar dan pemerintah Barat untuk mengambil langkah preventif. Mereka khawatir jika model “isolasi digital” Iran ini berhasil, negara-negara otoriter lainnya akan mengikuti jejak serupa untuk memberangus perbedaan pendapat di ruang siber.
“Iran tidak hanya membangun tembok; mereka sedang menghancurkan jembatan digital yang menghubungkan warganya dengan kemanusiaan global,” ungkap salah satu aktivis senior dalam laporannya.
Di tengah ancaman pemutusan ini, muncul secercah harapan melalui teknologi internet satelit. Namun, pemerintah Iran dikabarkan telah menyiapkan regulasi ketat dan alat pengacak sinyal (jamming) untuk mencegah perangkat satelit ilegal masuk dan beroperasi di wilayah mereka.









