SEANTERONEWS.com — Sebuah video yang menampilkan seorang pria meludahi kasir swalayan di Makassar menjadi viral di media sosial dan menarik perhatian publik. Peristiwa itu terjadi ketika pria tersebut ditegur petugas kasir karena diduga menyerobot antrean pelanggan lain, namun ia justru bereaksi dengan tindakan kasar.
Rekaman CCTV menunjukkan saat pria itu tiba-tiba maju ke bagian kasir yang sedang melayani pelanggan lain. Ia tampak emosi meski sudah ditegur dengan sopan oleh kasir yang berusaha menjelaskan mekanisme antrean.
Dalam video yang beredar, pria tersebut terlihat mengeluarkan kata-kata kasar sebelum meludahi kasir wanita di wajah dan bagian pakaian. Aksi ini membuat suasana di dalam swalayan menjadi tegang dan mengejutkan pelanggan lain yang berada di lokasi.
Kasir yang menjadi korban mengaku syok atas kejadian tersebut. Ia sempat membersihkan dirinya di tempat setelah peristiwa itu, sementara sejumlah pelanggan lain hanya bisa menyaksikan tanpa berani turun tangan.
Korban kemudian memutuskan untuk melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian setempat. Laporan tersebut diajukan agar proses hukum dapat berjalan sesuai ketentuan dan pelaku bertanggung jawab atas perbuatannya.
Polisi kini tengah menyelidiki kasus ini dan mengumpulkan bukti dari rekaman video serta keterangan saksi. Identitas pelaku terekam dari video dan sudah diketahui, sehingga aparat yakin bisa menindaklanjuti secara hukum.
Pihak manajemen swalayan juga menyatakan dukungan kepada korban dan menyebut bahwa tindakan semacam ini tidak dapat ditoleransi di lingkungan tempat kerja mereka. Mereka menyampaikan kesiapan membantu proses penyelidikan.
Kasus ini kemudian menjadi sorotan warganet, banyak yang mengutuk sikap agresif pria tersebut dan menyatakan dukungan kepada kasir yang menjadi korban. Netizen juga berharap agar tindakan kekerasan terhadap pekerja layanan publik ditindak tegas.
Sejumlah komentar publik mengingatkan pentingnya etika dan kesopanan saat berinteraksi di tempat umum, apalagi di tengah proses antrean yang harus dihormati demi ketertiban.
Insiden ini juga memicu diskusi lebih luas tentang hak pekerja layanan ritel dan bagaimana masyarakat seharusnya menghormati profesi tersebut tanpa kekerasan.[]









