BANDA ACEH – Pemerintah Aceh bergerak cepat menanggapi kondisi pasca-banjir yang melanda wilayah Aceh Utara. Dengan semangat “Panggilan Kemanusiaan”, ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dijadwalkan turun langsung ke lapangan untuk melakukan aksi pemulihan lingkungan secara massal.
Kegiatan yang bertajuk “ASN Aceh Bergerak Pulihkan Aceh Utara” ini merupakan bentuk solidaritas pemerintah terhadap warga yang terdampak. Meski air telah surut, sisa lumpur dan kerusakan infrastruktur di fasilitas ibadah, sekolah, dan pemukiman warga masih menjadi tantangan besar bagi masyarakat setempat.
Aksi gotong royong massal ini akan difokuskan pada tiga zona krusial di Aceh Utara, yaitu: Kecamatan Samudera, Kecamatan Jambo Aye, Kecamatan Muara Baru,
“Setelah banjir surut, pemulihan baru dimulai. Duka mereka adalah duka kita,” tulis pernyataan Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Aceh.
Berdasarkan informasi resmi, rangkaian kegiatan ini akan dimulai pada akhir Desember 2025:
Pelepasan: Minggu, 28 Desember 2025, dari Kantor Gubernur Aceh.
Pelaksanaan: 29 – 30 Desember 2025.
Target Kedatangan: Peserta dijadwalkan tiba di lokasi pada Senin pagi.
Para ASN yang terlibat diimbau untuk membawa perlengkapan pribadi guna menunjang efektivitas kerja di lapangan, mulai dari cangkul, sekop, sepatu boots, hingga kereta sorong. Pemerintah juga menekankan pentingnya menjaga kondisi kesehatan dan mengutamakan keselamatan kerja selama proses pembersihan berlangsung.
Gerakan ini diharapkan tidak hanya sekadar membersihkan lumpur, tetapi juga menghadirkan kembali harapan bagi warga Aceh Utara untuk memulai kehidupan normal. Kehadiran ASN di tengah masyarakat menjadi simbol bahwa pemerintah hadir dan peduli terhadap pemulihan ekonomi serta sosial pasca-bencana.
Bagi masyarakat yang ingin memantau perkembangan aksi kemanusiaan ini, informasi lebih lanjut dapat diakses melalui laman resmi bpbj.acehprov.go.id atau akun media sosial resmi @biropbjaceh.[]









