SEANTERONEWS.com — Kepala Badan Gizi Nasional, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan telah meminta izin kepada Presiden Prabowo Subianto terkait wacana perubahan skema Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi bantuan dalam bentuk uang. Usulan ini disampaikan sebagai langkah untuk mencegah terbuangnya makanan dalam pelaksanaan program tersebut.
Purbaya menjelaskan bahwa dalam praktiknya terdapat potensi makanan tidak dikonsumsi secara optimal oleh penerima manfaat. Kondisi ini dinilai dapat menimbulkan pemborosan apabila tidak segera dievaluasi dan diperbaiki.
Menurutnya, perubahan skema menjadi bantuan tunai memungkinkan penerima manfaat untuk menyesuaikan kebutuhan gizi sesuai kondisi masing-masing. Skema tersebut juga dinilai lebih fleksibel dan efisien, terutama di wilayah dengan tantangan distribusi logistik.
Ia menegaskan bahwa wacana tersebut masih dalam tahap kajian dan belum menjadi kebijakan resmi. Setiap perubahan, kata dia, tetap harus melalui persetujuan Presiden serta mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk pengawasan dan akuntabilitas.
Purbaya juga menyebut bahwa tujuan utama program MBG tetap untuk meningkatkan status gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan. Oleh karena itu, skema apa pun yang dipilih harus mampu memastikan manfaat gizi benar-benar diterima oleh sasaran.
Dalam pandangannya, bantuan uang dapat mengurangi risiko makanan rusak atau terbuang, terutama di daerah terpencil. Namun, ia mengakui bahwa skema tersebut juga memiliki tantangan tersendiri, seperti pengawasan penggunaan dana.
Pemerintah, lanjut Purbaya, akan melibatkan berbagai pihak dalam mengkaji usulan ini, termasuk kementerian terkait, ahli gizi, serta pemangku kepentingan di daerah.
Wacana perubahan MBG ini memunculkan beragam tanggapan di masyarakat. Sebagian pihak menilai bantuan tunai lebih efektif, sementara yang lain khawatir tujuan pemenuhan gizi tidak tercapai jika dana tidak digunakan sesuai peruntukannya.
Purbaya menekankan bahwa masukan dari publik akan menjadi bahan pertimbangan penting sebelum pemerintah mengambil keputusan final terkait masa depan program MBG.
Ia memastikan bahwa pemerintah tetap berkomitmen menjaga keberlanjutan program MBG sebagai salah satu program strategis nasional di bidang kesehatan dan gizi.
Keputusan akhir terkait usulan ini akan diumumkan setelah kajian selesai dan Presiden memberikan arahan resmi mengenai arah kebijakan yang akan ditempuh.[]









