SEANTERONEWS.com – Drama di lapangan hijau Premier League kembali memanas di penghujung tahun 2025. Newcastle United secara resmi telah melayangkan permintaan klarifikasi kepada badan perwasitan (PGMOL) menyusul keputusan kontroversial yang menimpa bintang mereka, Anthony Gordon, dalam laga imbang melawan Chelsea.
Klub berjuluk The Magpies tersebut merasa dirugikan setelah klaim penalti mereka diabaikan oleh wasit maupun petugas VAR, sebuah momen yang dianggap bisa mengubah hasil akhir pertandingan.
Laporan dari Reuters menyebutkan bahwa insiden terjadi di area terlarang Chelsea ketika Anthony Gordon tampak dijatuhkan oleh pemain bertahan lawan. Meskipun tayangan ulang menunjukkan adanya kontak fisik yang signifikan, wasit di lapangan memutuskan untuk melanjutkan permainan (play on).
Yang membuat pihak Newcastle semakin geram adalah tidak adanya intervensi dari VAR untuk meninjau ulang insiden tersebut secara mendalam. Laga pun berakhir dengan skor imbang, membuat Newcastle gagal meraih poin penuh di kandang sendiri.
Manajer Newcastle dan jajaran manajemen klub dikabarkan tidak puas dengan penjelasan singkat yang diberikan saat laga berlangsung. Mereka menuntut transparansi mengenai:
Mengapa insiden serupa di laga lain berbuah penalti, sementara kali ini tidak?
Mengapa petugas VAR tidak menyarankan wasit untuk melihat monitor di pinggir lapangan (Pitchside Monitor)?
“Kami hanya menginginkan kejelasan dan konsistensi. Keputusan seperti ini berdampak besar pada posisi kami di klasemen,” ujar juru bicara klub dalam sebuah pernyataan yang tersirat kemarahan.
Hasil imbang ini membuat posisi Newcastle di papan atas Premier League tertahan. Bagi Chelsea, hasil ini mungkin terasa seperti “lolos dari lubang jarum,” namun bagi publik St. James’ Park, ini adalah ketidakadilan yang harus segera diluruskan agar tidak terulang di pertandingan berikutnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PGMOL belum memberikan pernyataan balasan secara terbuka terkait tuntutan Newcastle tersebut.[]









