BREAKING

LIFESTYLE

Tren Offline: Pakar Sarankan Matikan Internet Berkala Demi Kesehatan Mental

SEANTERONEWS.com – Di tengah dunia yang semakin terkoneksi secara agresif, muncul sebuah pertanyaan radikal yang mulai mengguncang gaya hidup modern: Haruskah kita mematikan internet? Gerakan Analogue Living yang kian populer di penghujung tahun 2025 sebagai protes terhadap ketergantungan manusia pada dunia maya.

Bukan sekadar “detoks digital” biasa, para sosiolog dan pakar kesehatan mental kini mulai mempertimbangkan apakah mematikan akses internet secara kolektif adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan fokus, kreativitas, dan kesehatan mental manusia.

Setelah bertahun-tahun hidup dalam ekosistem algoritma, banyak individu merasa kehilangan kendali atas waktu dan perhatian mereka. Berikut adalah alasan mengapa tren kembali ke analog semakin diminati:

Notifikasi tanpa henti telah mengubah cara kerja otak manusia, membuat kita sulit fokus pada tugas kompleks selama lebih dari beberapa menit.

Di dunia yang penuh dengan interaksi layar, kerinduan akan komunitas fisik, hobi berbasis tangan (seperti menulis surat atau membaca buku fisik), dan keheningan menjadi sangat mahal.

Keterkaitan antara doomscrolling dan kecemasan telah terbukti secara ilmiah, memicu gerakan untuk memutus arus informasi secara total.

Menariknya, pilihan untuk menjadi offline kini mulai dianggap sebagai simbol status baru. Hanya mereka yang memiliki kendali penuh atas hidupnya yang mampu untuk “menghilang” dari radar digital. Perangkat analog seperti kamera film, pemutar piringan hitam, hingga ponsel fitur (dumbphone) tanpa akses media sosial mencatat kenaikan penjualan yang signifikan di akhir 2025.

Para ahli tidak menyarankan kita untuk kembali ke zaman batu, namun mereka mengusulkan konsep “Ritual Analog”:

  • Menentukan satu hari dalam seminggu tanpa internet sama sekali.

  • Menyediakan ruang di rumah yang bebas dari perangkat elektronik.

  • Mengganti pencarian Google dengan membaca ensiklopedia atau bertanya langsung pada ahli di dunia nyata.

Mematikan internet mungkin terdengar ekstrem bagi sebagian orang, terutama di dunia yang serba digital. Namun, gerakan ini memberikan pesan kuat bahwa kita adalah tuan dari teknologi kita sendiri, bukan sebaliknya.[]

author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts