BREAKING

NASIONAL

Habib Rizieq Kritik Sikap Presiden Prabowo soal Penetapan Bencana Nasional

SEANTERONEWS.com – Tokoh agama dan aktivis nasional Habib Rizieq Shihab mengkritik sikap Presiden Prabowo Subianto terkait penetapan status bencana nasional untuk bencana besar yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pernyataan itu mencuat setelah bencana luas yang telah menyebabkan ribuan korban, kerusakan infrastruktur, serta kebutuhan darurat yang masih sangat tinggi di lapangan.

Rizieq mengingatkan publik bahwa sebelum menjabat sebagai presiden, Prabowo pernah menyatakan bahwa ketika bencana besar terjadi, penetapan status bencana nasional merupakan langkah penting untuk membuka akses bantuan internasional dan mempercepat respon bantuan. Pernyataan ini pernah dibuat Prabowo pada 2015 saat terjadi bencana kebakaran hutan dan lahan, di mana ia menilai penetapan bencana nasional dapat mempercepat penanganan dan koordinasi bantuan.

Menurut Rizieq, sikap pemerintah saat ini dinilai berbeda dengan apa yang pernah disampaikan Prabowo di masa lalu. Ia merasa bahwa bencana besar di Sumatera yang melibatkan banyak korban dan kerusakan masih belum ditetapkan sebagai bencana nasional, padahal kondisi itu membutuhkan perhatian penuh dari seluruh elemen pemerintahan. Rizieq menilai penetapan status tersebut dapat memastikan alokasi anggaran yang lebih besar, keterlibatan lembaga internasional, serta koordinasi yang lebih optimal dalam proses pemulihan.

Ia juga membandingkan penanganan bencana di masa lampau, seperti tsunami besar di Nusa Tenggara Timur dan Aceh, di mana status bencana nasional langsung ditetapkan sehingga respons bantuan dari dalam dan luar negeri bisa berjalan cepat dan terkoordinasi. Menurutnya, model penanganan tersebut memperlihatkan efektivitas langkah ketika status bencana diakui secara resmi oleh pemerintah pusat.

Selain kritik terhadap kebijakan, Rizieq juga menyatakan bahwa laporan yang sampai ke presiden tentang kondisi di lapangan harus mencerminkan realitas sesungguhnya — bukan gambar yang disiapkan atau area yang tampak sudah pulih. Ia mengkhawatirkan bahwa laporan yang terlalu optimistis berpotensi menyesatkan kebijakan strategis di tingkat pusat.

Meski kritis, Rizieq menyampaikan apresiasi atas beberapa kunjungan langsung yang dilakukan oleh Presiden Prabowo ke wilayah bencana. Ia berharap kunjungan itu semakin memperlihatkan kondisi yang sebenarnya, sehingga berbagai dukungan dan kebijakan dapat diarahkan secara tepat guna.

Dalam pernyataannya, ia juga menegaskan bahwa berbagai organisasi masyarakat telah mengerahkan relawan dan bantuan sejak hari pertama bencana, menargetkan wilayah-wilayah yang paling membutuhkan. Bantuan ini disalurkan tanpa membedakan latar belakang sosial, agama, atau politik, fokus semata pada aspek kemanusiaan untuk membantu meringankan beban korban.

Rizieq mengakhiri pernyataannya dengan dorongan agar pemerintah mempertimbangkan kembali status bencana nasional untuk wilayah yang terdampak, demi kepentingan percepatan penanganan, efektivitas alokasi sumber daya, dan keselamatan para korban yang masih berada dalam kondisi darurat.[]

author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts