SEANTERONEWS.com – Dunia penerbangan dikejutkan oleh insiden menegangkan di dekat wilayah udara Venezuela, ketika sebuah pesawat komersial JetBlue Flight 1112 dari Curacao menuju New York (JFK) harus membatalkan kenaikannya secara mendadak untuk menghindari tabrakan di udara dengan pesawat tanker pengisian bahan bakar US Air Force.
Insiden yang terjadi pada Jumat lalu ini menimbulkan kekhawatiran serius mengenai protokol keselamatan, terutama mengingat ketegangan militer yang meningkat di sekitar Venezuela. Pilot JetBlue bahkan menyalahkan pesawat militer AS yang terbang tanpa transponder aktif.
Menurut rekaman percakapan dengan kontrol lalu lintas udara (ATC), ketegangan di kokpit JetBlue terekam jelas. Pilot melaporkan bahwa tabrakan di udara hampir terjadi:
“Kami hampir mengalami tabrakan di udara di atas sini,” kata pilot JetBlue, terdengar jelas dalam rekaman ATC. “Mereka melewati jalur penerbangan kami secara langsung… Mereka tidak menyalakan transponder mereka. Itu keterlaluan.”
Pilot tersebut menambahkan bahwa pesawat tanker itu terbang pada ketinggian yang sama dengan JetBlue dan berada dalam jarak yang sangat dekat, hanya sekitar 3 hingga 5 kilometer dari pesawat komersial, memaksa mereka menghentikan proses kenaikan.
Insiden ini terjadi di tengah peningkatan aktivitas militer AS di Karibia, yang bertujuan untuk operasi antinarkotika dan, secara tidak langsung, meningkatkan tekanan terhadap pemerintah Venezuela di bawah Presiden Nicolás Maduro.
Sebelumnya, Federal Aviation Administration (FAA) AS telah mengeluarkan peringatan kepada pesawat AS untuk “berhati-hati” di wilayah udara Venezuela karena memburuknya situasi keamanan dan peningkatan aktivitas militer.
Pengendali lalu lintas udara merespons laporan pilot JetBlue dengan mengatakan, “Sungguh keterlaluan dengan pesawat tak dikenal di wilayah udara kita.”
Pihak JetBlue telah mengonfirmasi insiden tersebut dan melaporkannya kepada otoritas federal, menyatakan kesediaan untuk berpartisipasi dalam penyelidikan apa pun. Sementara itu, insiden ini menambah lapisan baru pada ketegangan geopolitik dan keamanan penerbangan di perbatasan Venezuela.[]









