ACEHNASIONAL

Pemerintah Tolak Bantuan Asing, Gubernur Aceh Peringatkan Ancaman Kelaparan Pengungsi

SEANTERONEWS.com – Pemerintah pusat menolak tawaran bantuan asing untuk penanganan bencana banjir dan longsor besar yang melanda Sumatera. Penolakan ini dilakukan dengan alasan bahwa pemerintah masih memiliki kapasitas dan sumber daya untuk menangani situasi darurat tersebut secara mandiri.

Namun, Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, menyampaikan kekhawatiran mendalam terkait keputusan ini. Ia menilai kondisi di lapangan sangat kritis, terutama di wilayah Aceh dan sejumlah daerah Sumatera yang masih terisolasi total. Menurutnya, tanpa dukungan bantuan yang memadai, ada risiko besar para pengungsi dan korban terdampak meninggal karena kelaparan.

Mualem menegaskan bahwa banyak desa hingga saat ini belum tersentuh bantuan apa pun. Akses jalan terputus, jembatan hancur, serta jaringan logistik yang lumpuh membuat proses distribusi makanan, air bersih, dan obat-obatan tidak dapat berjalan maksimal. Ia menyebutkan bahwa beberapa titik pengungsian hanya mengandalkan persediaan seadanya yang semakin menipis.

Di sisi lain, pemerintah menyatakan bahwa stok pangan dan BBM secara nasional masih mencukupi untuk penanganan bencana. Namun, kritik muncul karena kesiapan logistik di lapangan dianggap tidak sebanding dengan kondisi nyata, terutama di wilayah pedalaman yang sulit dijangkau.

Situasi darurat ini memunculkan desakan dari berbagai pihak agar pemerintah mempertimbangkan kembali keputusan menolak bantuan dari luar negeri. Dengan ribuan orang terdampak dan banyak wilayah belum terjangkau, dukungan eksternal dinilai dapat mempercepat penyaluran bantuan dan meningkatkan peluang keselamatan warga.[]

image_print
author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

What's your reaction?

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts