NASIONAL

Kronologi Lengkap Ibu Tiri Habisi Anak di Bogor, Sandiwara Sang Ayah Jadi Sorotan

SEANTERONEWS.com – Kasus tragis terjadi di Bojonggede, Kabupaten Bogor, di mana seorang bocah laki-laki berusia 6 tahun berinisial MAA ditemukan tewas setelah mengalami kekerasan yang diduga dilakukan oleh ibu tirinya, RN (30). Kasus ini menyita perhatian publik karena tidak hanya melibatkan kekerasan fisik, tetapi juga peran ayah kandung yang diduga mencoba menutupi fakta.

Kekerasan Terjadi Berulang Kali

Berdasarkan hasil penyelidikan, korban diketahui mengalami kekerasan secara berulang sejak awal Oktober 2025. RN diduga memukul pundak, punggung, dan bibir korban, bahkan membenturkan kepalanya ke tembok hingga menyebabkan pembengkakan di bagian hidung. Luka memar, benjolan, serta bekas sundutan rokok juga ditemukan di tubuh korban.

Tetangga sekitar sempat mencurigai adanya kekerasan dalam rumah tersebut, namun korban tidak pernah bercerita dan tampak tertutup.

Insiden Tragis di Hari Minggu

Puncak kejadian terjadi pada Minggu, 19 Oktober 2025. Korban menolak makan dan dipukul oleh RN hingga tiga kali di punggung. Setelah itu, MAA meringis kesakitan dan ditemukan terbujur kaku tak lama kemudian. RN sempat memijat tubuh korban dengan minyak urut, namun nyawa sang anak tidak tertolong.

Sementara itu, sang ayah, Rizky Apriansyah, tidak berada di rumah dan baru kembali malam hari. RN memberikan alibi bahwa korban hanya demam. Ketika keduanya kembali ke rumah sekitar pukul 23.00 WIB, korban sudah meninggal dunia.

Sandiwara Ayah Kandung dan Temuan Mencurigakan

Jenazah korban sempat dibawa ke rumah neneknya untuk dimakamkan. Namun, saat proses pemandian jenazah keesokan harinya, ditemukan luka-luka serius di bagian wajah, kepala, dan tubuh korban. Alibi sang ayah yang menyebut luka disebabkan korban membentur pintu dinilai tidak masuk akal dan memicu kecurigaan.

Korban dimakamkan pada Senin pagi, 20 Oktober 2025 di TPU Karang Anyar, Bojonggede.

Ibu Tiri Jadi Tersangka, Ayah Diperiksa

RN kini telah ditetapkan sebagai tersangka utama atas dugaan kekerasan terhadap anak yang menyebabkan kematian. Polisi juga tengah mendalami peran ayah kandung korban, mengingat adanya indikasi upaya menyembunyikan fakta sebenarnya dari kematian anak tersebut.

Masyarakat Geram, Serukan Keadilan

Kasus ini menyulut kemarahan masyarakat dan menjadi peringatan penting tentang pentingnya deteksi dini kekerasan terhadap anak, khususnya dalam lingkungan keluarga. Banyak pihak mendesak agar pelaku dihukum seberat-beratnya, dan agar ada pengawasan lebih ketat terhadap kasus kekerasan domestik.

Catatan Tambahan & Sorotan Kritis

  • Kasus ini menunjukkan pola kekerasan yang berlangsung dalam rumah tangga terhadap anak yang cukup lama sebelum tragedi terjadi.

  • Keterlibatan ayah kandung dengan memberikan alibi yang keliru menimbulkan kemarahan warga dan publik.

  • Status pelaku tunggal saat ini ditetapkan ibu tiri, namun proses penyidikan terhadap peran lainnya (termasuk ayah kandung) masih berjalan.

  • Perlu perhatian serius terhadap pengawasan dan perlindungan anak dalam lingkungan keluarga, serta peran masyarakat dan tetangga dalam melaporkan indikasi kekerasan.[]

image_print
author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

What's your reaction?

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts