SEANTERONEWS.com, 11 Oktober 2025 – Dalam upaya memperkuat kepedulian sosial di kalangan aparat penegak hukum, Kepolisian Daerah Aceh (Polda Aceh) menyalurkan bantuan beras untuk mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh. Kegiatan ini menjadi bagian dari program kemanusiaan yang dirancang untuk membantu masyarakat, khususnya mahasiswa, yang tengah menghadapi kesulitan ekonomi akibat meningkatnya biaya hidup.
Penyaluran bantuan dilakukan langsung di lingkungan kampus UIN Ar-Raniry dengan melibatkan unsur pimpinan universitas dan organisasi kemahasiswaan. Ribuan kilogram beras disalurkan secara bertahap kepada mahasiswa yang telah terverifikasi dalam kategori membutuhkan. Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak kampus, karena dinilai sebagai bentuk nyata sinergi antara kepolisian dan lembaga pendidikan tinggi di Aceh.
Kapolda Aceh menegaskan bahwa kegiatan sosial seperti ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan sosial kepolisian terhadap masyarakat. Ia menyampaikan bahwa Polda Aceh bukan hanya berfungsi menjaga keamanan dan penegakan hukum, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga kesejahteraan masyarakat. “Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa tetap dapat belajar dengan tenang tanpa harus terbebani oleh kesulitan ekonomi,” ujarnya.
Rektor UIN Ar-Raniry menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada jajaran Polda Aceh yang telah memberikan perhatian terhadap para mahasiswa. Menurutnya, kepedulian tersebut tidak hanya meringankan beban ekonomi mahasiswa, tetapi juga mempererat hubungan antara institusi negara dan dunia pendidikan. Ia berharap kegiatan seperti ini bisa berlanjut di masa mendatang, tidak hanya dalam bentuk bantuan pangan, tetapi juga dukungan terhadap program pendidikan dan pemberdayaan mahasiswa.
Salah seorang mahasiswa penerima bantuan mengaku sangat bersyukur atas perhatian yang diberikan oleh pihak kepolisian. Menurutnya, bantuan beras dari Polda Aceh datang di waktu yang tepat karena banyak mahasiswa yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil. “Kami merasa diperhatikan dan termotivasi untuk terus berjuang menyelesaikan kuliah,” ungkapnya dengan mata berbinar.
Program bantuan sosial ini juga menjadi bagian dari agenda rutin Polda Aceh dalam mendekatkan diri kepada masyarakat. Sebelumnya, institusi ini telah melaksanakan berbagai kegiatan sosial seperti bakti kesehatan, pembangunan rumah ibadah, hingga program donor darah bersama masyarakat. Semua inisiatif tersebut dirancang untuk memperkuat citra positif kepolisian sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan rakyat.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, hubungan antara aparat kepolisian dan masyarakat kampus di Aceh diharapkan semakin erat. Kolaborasi antara dunia pendidikan dan lembaga keamanan menjadi bukti bahwa nilai-nilai kemanusiaan, gotong royong, dan solidaritas masih hidup kuat di tengah masyarakat Aceh.[]










