SEANTERONEWS.com — Massa aksi memperingati Hari Tani Nasional 2025 tiba di depan gerbang utama Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu pagi. Dalam aksi ini, Jalan Gatot Subroto (Gatsu) yang mengarah ke Slipi ditutup penuh oleh aparat keamanan untuk mengatur lalu lintas dan menjaga ketertiban.
Aksi dimulai sekitar pukul 09.16 WIB, ketika para demonstran berjalan beriringan menuju kompleks parlemen sambil membawa atribut seperti bendera, spanduk, poster, dan hasil bumi — mulai dari singkong hingga sayur-mayur. Suasana semakin dinamis ketika massa memukul kentongan sebagai simbol protes.
Sesampainya di depan gerbang DPR, massa menempatkan hasil bumi mereka sebagai bentuk simbol perjuangan petani dan berbaris di depan mobil komando. Beberapa spanduk menyuarakan tuntutan agar kriminalisasi petani dan aktivis dihentikan, serta mendesak agar reforma agraria sejati dilaksanakan secara menyeluruh.
Pihak kepolisian langsung memberlakukan penutupan arus di Jalan Gatsu menuju Slipi, sembari mengatur lalu lintas alternatif agar kendaraan dapat melewati jalur lain. Seluruh pengendara diarahkan menjauhi titik demo agar tidak mengganggu aksi dan menjaga keamanan bersama.
Demonstrasi ini menjadi puncak dari rangkaian aksi petani yang berlangsung di berbagai daerah. Massa berharap agar pemerintah segera menuntaskan sejumlah masalah struktural agraria serta memenuhi tuntutan yang telah lama diajukan. Aksi ini juga menjadi momentum bagi petani dan elemen masyarakat sipil untuk menyuarakan keadilan atas hak atas tanah dan kesejahteraan pertanian.
Dengan kehadiran massa yang besar di depan DPR dan penutupan Jalan Gatsu, perhatian publik kini tertuju pada respons pemerintah dan parlemen terhadap tuntutan petani. Langkah selanjutnya diharapkan berupa dialog terbuka, evaluasi kebijakan agraria, dan tindakan konkrit untuk menjawab krisis agraria yang selama ini dianggap belum tuntas.[]









