BREAKING

INTERNASIONAL

Al-Qassam: Gaza Akan Jadi Kuburan Tentara Israel, Siap Perjuangan untuk Kemenangan atau Syahid


SEANTERONEWS.com — Al-Qassam Brigades memberikan peringatan keras kepada pemimpin militer dan politik Israel bahwa Gaza tidak akan menjadi medan pertempuran yang mudah. Mereka menyatakan bahwa setiap langkah agresi akan dibalas dengan pertahanan yang gigih, ambush serta penggunaan perangkat peledak pada kendaraan militer Israel akan menjadi senjata utama.

Dalam pernyataannya, Al-Qassam menegaskan bahwa mereka telah membangun pasukan yang siap untuk menjadi syahid demi mempertahankan wilayah mereka. Para pejuang Al-Qassam mengklaim telah menyiapkan ribuan bahan peledak dan pos ambush strategis serta memperingatkan bahwa kendaraan lapis baja dan bulldozer tentara Israel pun akan menjadi sasaran.

Lebih lanjut, mereka menyebutkan bahwa perang yang dilancarkan oleh pendudukan Israel adalah perang kelelahan — sebuah konflik yang makin memperburuk korban dari kedua belah pihak, tetapi terutama pihak Israel akan menghadapi kerugian besar. Al-Qassam juga menyatakan bahwa jumlah tawanan yang mereka pegang akan meningkat, dan bahwa nasib para tahanan Israel akan bergantung pada keputusan Israel sendiri.

Aksi militer terakhir yang disebut dalam pernyataan termasuk serangan terhadap sebuah Humvee milik pasukan Israel, yang dilaporkan sebagai kendaraan target peledakan. Anggota pasukan Israel diklaim mengalami tewas dan luka akibat insiden tersebut.

Pernyataan tersebut ditutup dengan deklarasi bahwa perjuangan ini bukan hanya soal pertahanan atau diplomasi, melainkan soal pilihan antara kemenangan atau kematian sebagai syahid. Semua upaya perlawanan akan terus dilakukan, sementara pihak Israel diperingatkan bahwa operasi militer mereka akan berhadapan dengan pembalasan keras dari Al-Qassam.

Dengan meningkatnya ketegangan di Gaza, pernyataan seperti ini menambah tekanan terhadap pemerintah Israel, sekaligus memperkuat simpati dan dukungan internasional terhadap rakyat Palestina. Konflik yang terus berkecamuk menunjukkan bahwa solusi militer tampak jauh dari resolusi damai, dan bagian besar publik global kini semakin menuntut keadilan dan penghentian peperangan.[]

author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts