SEANTERONEWS.com – Seorang mantan perwira intelijen dari BIN, Sri Rajasa Candra, mengungkap bahwa pengusaha minyak Riza Chalid sempat membohongi kubu Prabowo Subianto saat Pilpres 2014. Menurut Sri Rajasa, Riza dikatakan tidak memenuhi komitmen dana yang dijanjikan menyebabkan ketidakpercayaan di antara tim kampanye Prabowo-Hatta.
Sri Rajasa juga menuduh bahwa Riza Chalid melakukan sabotase terhadap peluang investor minyak Rusia yang bekerja sama dengan Pertamina. Investor tersebut diketahui memiliki kedekatan dengan adik Prabowo. Tuduhan ini melukiskan Riza sebagai tokoh yang membalas dendam politik setelah dirinya kemudian menjadi tersangka kasus korupsi.
Kasus ini mencerminkan seperti apa dinamika politik dan intrik elite selama Pilpres 2014. Dalam kondisi intens persaingan, hubungan dan janji politik rupanya bisa rusak bila pribadi merasa dikhianati atau tidak dipenuhi, membawa potensi konflik dan perpecahan internal yang berdampak jangka panjang.[]









