Sabang – Kepala BPKS, Iskandar Zulkarnaen, menanggapi isu mosi tidak percaya dari internal lembaga dengan menekankan bahwa tudingan mengenai ketidakmampuan manajerial dan gaya kepemimpinan yang tidak akomodatif hanyalah asumsi belaka. Ia mendesak agar seluruh jajaran BPKS kembali memfokuskan tenaga serta perhatian pada program utama—pembangunan free port Sabang—dan tidak terjebak pada dinamika internal yang tidak produktif.
Mosi Tidak Percaya: Dinilai Mengganggu Fokus Organisasi
Surat mosi tidak percaya ini dilayangkan oleh unsur pimpinan internal, termasuk wakil kepala dan beberapa deputi BPKS, yang menilai adanya gangguan sistem kerja akibat gaya kepemimpinan yang dianggap kurang inklusif. Namun Iskandar menegaskan, tuduhan tersebut belum dibarengi fakta konkret dan terlalu bersifat subjektif.
Seruan agar BPKS Kembali ke Jalur Pegembangan
Iskandar secara terbuka menyampaikan kekecewaannya terhadap munculnya mosi tak percaya yang justru berasal dari dalam tubuh BPKS. Menurutnya, fokus seharusnya ditumpukan pada penyelesaian proyek strategis seperti pengembangan free port Sabang, bukan pada dinamika internal yang bisa menghambat kemajuan lembaga dan daerah.
Ringkasan Reaksi Iskandar Zulkarnaen
| Isu | Penjelasan Singkat |
|---|---|
| Tudingan dari internal | Menilai gaya manajerial tidak akomodatif—anggap sebagai asumsi tak terbukti |
| Dampak | Bisa mengganggu konsentrasi lembaga terhadap pembangunan free port Sabang |
| Tuntutan | Fokus kembali ke proyek utama: pembangunan free port yang strategis |
Kesimpulan
Iskandar Zulkarnaen menegaskan bahwa mosi tidak percaya tidak boleh mengalihkan perhatian BPKS dari target utamanya, yakni pengembangan kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas di Sabang. Ia berharap situasi ini segera ditangani agar BPKS bisa kembali fokus pada tugas besar yang telah diamanahkan kepadanya.[]










