TEKNOLOGI

Bluesky Rilis Fitur Obrolan Grup untuk Fokus Komunitas

Bluesky meluncurkan fitur obrolan grup sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekosistem komunitas dan bersaing lebih ketat dengan platform X.

SEANTERONEWS.com – Platform jejaring sosial terdesentralisasi, Bluesky, resmi meluncurkan fitur obrolan grup (group chat). Penambahan fitur ini dirancang sebagai langkah strategis untuk meningkatkan daya saing Bluesky dalam menantang dominasi kompetitor utamanya, X (dahulu Twitter).

Peluncuran fitur yang hadir lewat pembaruan aplikasi versi terbaru (v1.124) ini menandai pergeseran arah kebijakan Bluesky. Perusahaan kini mulai memfokuskan model bisnisnya untuk membangun ekosistem komunitas yang erat, ketimbang sekadar menjadi papan pengumuman publik satu arah.

Langkah taktis ini diambil di tengah melambatnya pertumbuhan pengguna global Bluesky. Saat ini, jejaring sosial bertenaga protokol terbuka tersebut mencatatkan sekitar 44,8 juta pengguna terdaftar. Angka tersebut masih terpaut jauh jika disandingkan dengan basis pengguna aktif bulanan X yang diklaim menyentuh 600 juta akun.

Mekanisme dan Batasan Obrolan Grup Baru

Dalam rilis resminya, fungsi obrolan grup baru di platform Bluesky dapat menampung hingga 50 partisipan dalam satu ruang obrolan. Batasan ini memang jauh lebih kecil dibandingkan fitur serupa di platform X yang mampu menampung hingga 1.000 anggota, namun Bluesky berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas tampung tersebut secara berkala.

Pembuat grup atau administrator memiliki kendali penuh atas manajemen ruang obrolan, termasuk menentukan kelayakan anggota yang dapat bergabung. Pengelola grup juga dapat memproduksi tautan undangan (invite link) yang dapat disematkan langsung sebagai kartu pratinjau (embedded card) di unggahan lini masa Bluesky.

Dari aspek keamanan, para pengguna dapat menyaring preferensi undangan masuk mulai dari mengizinkan semua orang, hanya akun yang diikuti, atau mematikan fitur undangan sepenuhnya.

Secara standar, sistem akan mengaktifkan opsi “hanya orang yang Anda ikuti” untuk mencegah masuknya pesan sampah (spam). Namun, untuk saat ini, pengiriman berkas media berupa foto atau video di ruang obrolan grup belum didukung karena masih memerlukan pengembangan sistem moderasi keselamatan yang lebih ketat.

Menghidupkan Kembali Konsep Komunitas

Head of Product Bluesky, Alex Benzer, menerangkan bahwa integrasi obrolan grup ini merupakan fondasi awal bagi ambisi pembangunan klaster komunitas yang lebih spesifik dalam ekosistem Protokol AT (AT Proto).

“Saat ini Bluesky terasa seperti satu ruang publik yang sangat luas. Lewat fitur ini, kami ingin menghadirkan ruang-ruang diskusi kecil yang lebih personal di dalamnya, sehingga pengguna dapat berkumpul dengan sesama pencinta topik yang sama,” tulis Benzer.

Setiap komunitas di Bluesky nantinya akan mendapatkan nama pengguna (handle) unik yang berfungsi sebagai alamat tautan (URL) langsung, misalnya nama-komunitas.bsky.social. Pengaturan privasinya pun dapat dikonfigurasi menjadi publik, tertutup (invite-only), maupun privat.

Langkah Bluesky ini terbilang sangat tepat waktu. Pada April lalu, platform X memutuskan untuk menutup fitur “Communities” miliknya karena sepinya minat pengguna serta tingginya aktivitas akun robot penimbun spam.

Melalui optimalisasi ekosistem komunitas ini, Bluesky meyakini bahwa publik tengah mencari alternatif di luar platform media sosial raksasa (Big Tech) demi mengamankan kepemilikan data pribadi serta menghindari proses moderasi otomatis berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dinilai sering kali keliru.

Di samping fitur obrolan grup, pembaruan versi v1.124 ini juga menghadirkan kemudahan pembagian profil pengguna lewat pemindaian kode QR yang dipersonalisasi.[]

image_print
author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

What's your reaction?

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts