PIDIE – Aparat Kepolisian Resor (Polres) Pidie kembali memukul simpul pasokan narkotika di wilayah pegunungan. Melalui operasi senyap di kawasan pedalaman, Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Pidie berhasil menemukan sekaligus meratakan ladang ganja siap panen seluas dua hektare di lereng perbukitan Desa Blang Pandak, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie.
Penggerebekan di lokasi terpencil tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Pidie, AKP Achmad Alfian Nurrochhim, S.Tr.K., S.I.K., M.H. Di areal perbukitan yang tersembunyi dari jalur lintasan warga tersebut, petugas mendapati hamparan tanaman terlarang sebanyak kurang lebih 350 batang yang tumbuh subur dan telah memasuki fase siap panen.
AKP Achmad Alfian Nurrochhim menuturkan, keberhasilan operasi ini menuntut ketahanan fisik tinggi dari seluruh personel. Regu opsnal harus berjalan kaki menembus rute ekstrem dengan kontur lereng berbatu di pedalaman rimba Tangse demi mencapai titik koordinat perkebunan ilegal tersebut.
“Medan jalan menuju titik sasaran sangat curam dan terisolasi di dalam hutan perbukitan. Dari hasil penyisiran di lokasi, kami mendapati sedikitnya 350 batang pohon ganja yang tersebar di atas hamparan lahan seluas dua hektare,” terang Alfian kepada wartawan.
Pelaku Meloloskan Diri ke Belantara Rimba
Saat tim kepolisian merangsek masuk ke dalam perimeter ladang, situasi di lokasi telah ditinggalkan oleh pengelolanya. Terduga penanam maupun penjaga kebun disinyalir telah mencium pergerakan petugas dari kejauhan dan memanfaatkan lebatnya vegetasi hutan belantara untuk melarikan diri ke area hutan lindung yang lebih dalam.
Guna mencegah pemanfaatan kembali oleh sindikat peredaran gelap, aparat bertindak cepat dengan mencabut satu per satu batang ganja hingga ke akarnya.
Sebagian besar dari 350 pohon ganja tersebut langsung dimusnahkan secara tuntas dengan cara dibakar menjadi abu di tempat kejadian perkara (TKP). Sementara itu, beberapa sampel batang tanaman disisihkan dan dibawa turun ke Mapolres Pidie guna kepentingan pengujian laboratorium serta bukti administrasi penyidikan.
Saat ini jajaran Satresnarkoba Polres Pidie terus mendalami jaringan kepemilikan perkebunan terlarang tersebut. Tim intelijen dan opsnal diterjunkan untuk memburu identitas pemilik lahan serta mendesak warga setempat agar tidak segan melapor jika mendapati adanya aktivitas pembukaan kebun mencurigakan di kawasan hutan perbukitan sekitar Pidie.











