PIDIE – Gelaran keagamaan akbar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Kabupaten Pidie Tahun 2026 kian mendekati hari pembukaan. Kecamatan Mutiara Timur yang dipercaya menjadi tuan rumah terus mempercantik kawasan dan mematangkan sarana fisik. Hingga beberapa hari menjelang pembukaan, progres kesiapan arena utama dan infrastruktur pendukung tercatat telah menembus 90 persen.
Ajang syiar kitab suci ini dijadwalkan bergulir selama sepekan penuh, mulai 7 hingga 13 November 2026 mendatang. Demi memastikan perhelatan berlangsung tertib, khidmat, serta representatif, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie menggelontorkan alokasi anggaran daerah senilai Rp3 miliar.
Jalannya persiapan teknis dipantau ketat secara reguler oleh jajaran pimpinan daerah. Ketua Umum Panitia Pelaksana yang juga Wakil Bupati Pidie, Alzaizi Umar, bersama Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Pidie selaku Koordinator Lapangan, drh. H. Fazli, M.Si., turun langsung meninjau pemasangan konstruksi panggung, tata suara, hingga fasilitas hunian para kafilah di lapangan.
Tampung 968 Partisipan di 35 Pemondokan Warga
Ditinjau dari skala partisipasi, MTQ edisi kali ini melibatkan mobilitas massa dalam jumlah besar. Berdasarkan pemetaan panitia, total 968 orang terdaftar aktif mengambil bagian dalam seluruh rangkaian kompetisi.
“Sebanyak 770 orang di antaranya merupakan peserta qari dan qariah dari berbagai kecamatan. Agenda ini turut didukung 60 dewan hakim beserta panitera, serta 138 ofisial yang mengawal kafilah masing-masing,” terang drh. H. Fazli, M.Si., merinci rincian kontingen.
Menariknya, panitia memilih pendekatan berbasis kearifan lokal dalam menyediakan fasilitas akomodasi bagi peserta selama delapan hari masa karantina. Sebanyak 35 rumah tinggal milik penduduk setempat dikontrak dan disulap menjadi tempat pemondokan resmi kafilah. Skema ini dirancang agar kontingen merasakan kenyamanan tinggal yang hangat di tengah keramahan warga gampong setempat.
Sebaran Delapan Cabang di Empat Mimbar Utama
Guna menjaga ketertiban arus massa dan memelihara kekhusyukan pembacaan ayat suci, panitia membagi jalannya delapan cabang perlombaan ke dalam empat titik mimbar strategis di wilayah Mutiara Timur:
Mimbar Utama (Lapangan Sepak Bola Mutiara Timur): Menjadi pusat panggung kemegahan malam seremonial pembukaan dan penutupan, sekaligus arena berlangsungnya cabang bergengsi Tilawah Al-Qur’an.
Mimbar I (Masjid Al-Huda Blang Malu): Difokuskan untuk menguji ketangkasan dan hafalan pada cabang Qira’ah Sab’ah serta Tahfiz Al-Qur’an.
Mimbar II (Gedung SMA Mutiara): Memfasilitasi babak penyisihan hingga final cabang Fahmil Qur’an (cerdas cermat) dan Syarhil Qur’an.
Mimbar III (Kompleks SDN 1 Mutiara Timur): Dialokasikan khusus bagi peserta cabang seni Khattil Qur’an (kaligrafi), Tafsir Qur’an, serta Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ).
Gairahkan Gerak Sektor UMKM Gampong
Panitia optimistis sisa 10 persen pekerjaan fisik, seperti penataan pencahayaan dan perapian dekorasi lanskap, tuntas seratus persen sebelum gong pembukaan dipukul.
Penyelenggaraan MTQ Kabupaten Pidie 2026 tidak hanya diproyeksikan sebagai ajang pencarian bibit unggul qari-qariah daerah menuju level provinsi, tetapi juga membawa misi pembangkit ekonomi rakyat. Koridor di seputar area mimbar perlombaan ditata khusus agar dapat ditempati ratusan pedagang kaki lima dan pegiat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Melalui perpaduan syiar spiritual dan pemberdayaan pedagang kecil, kemeriahan pesta Al-Qur’an di Mutiara Timur ini diharapkan memberikan berkah ganda: membumikan nilai-nilai ilahi di Bumi Pedir sekaligus meninggalkan dampak perputaran ekonomi riil bagi masyarakat setempat.[]










