JAKARTA – PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) memperkuat konektivitas maritim internasional dengan melayani rute pelayaran langsung (direct call) terbaru yang dioperasikan oleh salah satu perusahaan pelayaran terbesar dunia, Mediterranean Shipping Company (MSC). Layanan bertajuk MSC Seahorse service tersebut resmi bersandar di Terminal 3, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.
Trayek anyar ini menghubungkan rute strategis lintas negara: Jakarta – Shekou (Tiongkok) – Laem Chabang (Thailand).
Kehadiran rute langsung ini menjadi katalis penting dalam memangkas waktu tempuh pelayaran, memperlancar arus peti kemas, serta memperluas penetrasi pasar ekspor-impor nasional di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis IPC TPK, Yanuar Evyanto, menegaskan bahwa pembukaan layanan ini membuktikan kesiapan fasilitas dermaga domestik dalam menjawab standar kebutuhan logistik global.
“Langkah ini merupakan inisiatif strategis IPC TPK untuk terus mengakomodasi dinamika pasar dunia melalui penyediaan layanan kepelabuhanan yang cepat, andal, dan memenuhi standar operasional internasional,” terang Yanuar dalam pernyataan tertulisnya di Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Performa Moncer Sandar Perdana MV MSC Elizabeth III
Pelayaran perdana pada rute ini ditandai oleh bersandarnya kapal kontainer berbendera Liberia, MV MSC Elizabeth III. Kapal kargo berukuran panjang (Length Overall/LOA) 210 meter dan lebar (beam) 30 meter tersebut merapat mulus di dermaga Terminal 3 Tanjung Priok pada Senin (12/10/2026) pukul 20.00 WIB.
Operasional terminal mencatatkan produktivitas yang efisien dengan menyelesaikan proses bongkar muat sebanyak 483 boks peti kemas.
Setelah seluruh penanganan kargo tuntas sesuai jadwal, kapal kembali bertolak melanjutkan pelayarannya menuju pelabuhan tujuan berikutnya pada Selasa (13/10/2026) pukul 09.30 WIB.
Perkuat Ketahanan Pangan, Energi, dan Industri Regional
Terbukanya rute pelayaran langsung yang merangkai Indonesia, Tiongkok, dan Thailand ini memegang peranan krusial bagi arsitektur ekonomi kawasan, khususnya dalam menopang pilar ketahanan pangan, pasokan energi, dan manufaktur.
Tiongkok selama ini menempati posisi sebagai mitra dagang utama ekspor komoditas energi Indonesia. Di sisi lain, Thailand bertindak sebagai sentra lumbung agrikultur vital bagi stabilitas pangan di Asia Tenggara.
Konektivitas pelayaran langsung ketiga negara ini menjamin percepatan perputaran bahan baku industri serta distribusi barang jadi. Hal ini selaras dengan program prioritas pemerintah dalam mengintegrasikan rantai pasok industri nasional ke dalam ekosistem perdagangan global.
“Kami sangat optimis bahwa layanan MSC Seahorse service yang ditopang keandalan fasilitas modern IPC TPK mampu memperkuat ketahanan pangan, memperlancar distribusi energi, serta mengakselerasi integrasi rantai pasok industri tanah air di panggung global,” pungkas Yanuar.[]











