BREAKING

BISNIS

Trik Cuan TikTok Shop: UMKM Aceh Diajak Naik Kelas

Telkom AI Center Aceh membekali UMKM lokal dengan taktik jualan di TikTok Shop lewat riset kategori, rumus harga khusus, dan optimasi SEO.

BANDA ACEH – Memasuki era digitalisasi ekonomi yang semakin ketat, para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Provinsi Aceh dituntut untuk tidak sekadar memiliki eksistensi di dunia maya, tetapi juga menguasai strategi jitu dalam menghasilkan keuntungan. Menjawab tantangan tersebut, Telkom AI Center Aceh menyelenggarakan pelatihan intensif untuk membekali wirausahawan daerah dengan strategi pemasaran modern melalui platform TikTok.

Pelatihan bertajuk “Strategi Digital Marketing dan Jualan di TikTok untuk UMKM” ini menghadirkan Muhammad Arkan, praktisi e-commerce sekaligus pendiri Digivibes Preneur. Agenda praktis yang diikuti para pelaku usaha dan perintis bisnis lokal ini membedah teknik pemetaan pasar, perumusan harga yang sehat, optimasi produk di TikTok Shop, hingga pembuatan konten kreatif yang berorientasi pada peningkatan transaksi.

Salah satu sorotan utama dalam pemaparan materi adalah pentingnya melakukan riset profil audiens sebelum menjajakan produk secara daring. Arkan mengemukakan bahwa kesalahan klasik yang sering kali dilakukan oleh pengusaha pemula adalah langsung berjualan tanpa memetakan siapa yang akan membeli produk mereka. Padahal, mengenali segmentasi pasar sangat memengaruhi penentuan jenis produk, gaya komunikasi, hingga visualisasi konten promosi yang diproduksi.

“Kesalahan terbesar banyak pelaku usaha adalah langsung berjualan tanpa mengetahui siapa pembelinya. Padahal, memahami target pasar akan menentukan jenis produk, cara berkomunikasi, hingga konten yang harus dibuat,” ungkap Arkan dalam keterangan tertulisnya, dikutip Minggu (12/7/2026).

Arkan juga menjabarkan keunikan karakteristik pengguna TikTok. Berbeda dengan lokapasar (marketplace) konvensional yang mengandalkan niat beli yang sudah ada sejak awal dari konsumen, algoritma TikTok justru andal dalam merangsang keputusan pembelian secara spontan (impulse buying) melalui tayangan video kreatif yang viral serta fitur siaran langsung (live streaming).

Di sisi pengelolaan keuangan, pelatihan ini menekankan pentingnya membangun bisnis yang sehat dengan memprioritaskan margin keuntungan (profit) daripada sekadar mengejar besarnya omzet penjualan. Untuk mengantisipasi pengeluaran operasional, anggaran promosi, serta potensi penyesuaian tarif administrasi dari penyedia platform, pemateri menyarankan sebuah formula harga sederhana, yakni menetapkan harga jual sebesar empat kali dari harga pokok produksi (HPP).

“Kita tidak boleh terjebak pada angka penjualan yang besar tetapi margin keuntungannya kecil. Yang paling penting adalah bisnis tetap sehat dan menghasilkan profit yang berkelanjutan,” tambahnya.

Para peserta juga dilatih mengoptimalkan fitur pencarian (SEO) di TikTok Shop. Pengusaha diajarkan menyusun judul produk dengan menggabungkan keunggulan toko, nama produk, sinonim, spesifikasi detail, serta manfaat produk agar lebih mudah dijangkau oleh mesin pencari. Di samping itu, riset kategori produk berdaya saing rendah juga direkomendasikan agar produk UMKM memiliki visibilitas yang lebih baik di halaman utama.

Dalam aspek kreativitas video, peserta diperkenalkan pada konsep konten yang terbukti efektif memicu konversi penjualan, seperti ulasan pembongkaran produk (unboxing), pembuktian lewat testimoni riil pelanggan, narasi drama pendek, perbandingan bahan baku, hingga eksperimen interaktif penggunaan produk. Sebagai tindak lanjut praktis, peserta didorong untuk memproduksi konten secara mandiri dan membagikannya ke dalam grup komunitas terpadu guna mendapatkan evaluasi dari para mentor.

Langkah pendampingan berkelanjutan ini diharapkan mampu mengakselerasi daya saing UMKM Aceh di pasar nasional.

“Kami ingin membantu UMKM di Aceh agar tidak hanya hadir di dunia digital, tetapi juga memahami strategi yang tepat untuk bertumbuh dan menghasilkan keuntungan. Transformasi digital harus diikuti dengan peningkatan kapasitas dan pendampingan yang berkelanjutan,” jelas Jurnalis JH, selaku Business and Community Lead Telkom AI Connect Aceh.

Telkom AI Center Aceh berkomitmen untuk terus menghadirkan rangkaian program edukasi berkala, mulai dari literasi pemasaran digital, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk bisnis, hingga pengembangan usaha berbasis teknologi modern.[]

author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts