BREAKING

OTOMOTIF

Mobil Listrik Terbakar di Indonesia dan China, Ini Kronologi 6 Kasusnya

Jakarta – Sejumlah kasus kebakaran yang melibatkan mobil listrik dilaporkan terjadi sepanjang Januari hingga Oktober 2026, baik di Indonesia maupun luar negeri. Peristiwa tersebut melibatkan Hyundai Ioniq 5 N, BYD Seal, Hyundai Ioniq 6, Xiaomi SU7 Ultra, serta Zeekr 7X. Di China, kebakaran di area parkir juga menghanguskan sekitar 20 kendaraan energi baru.

Meski sama-sama melibatkan kendaraan listrik, setiap kejadian memiliki kronologi berbeda. Sebagian kasus masih dalam proses pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya, sehingga belum dapat dipastikan apakah api berasal dari baterai traksi, komponen kelistrikan lain, atau faktor eksternal.

Berikut rangkuman enam kasus kebakaran kendaraan listrik yang diberitakan selama 2026 berdasarkan informasi yang tersedia hingga Oktober.

1. Hyundai Ioniq 5 N Terbakar di Bengkel Medan

Satu unit Hyundai Ioniq 5 N dilaporkan terbakar di sebuah bengkel di Jalan Sei Asahan, Kota Medan, Sumatera Utara, pada 7 Januari 2026.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Medan, Wandro Abadi Agnellus Malau, membenarkan bahwa kendaraan yang terbakar merupakan mobil listrik.

Namun, informasi yang tersedia dalam pemberitaan tersebut belum memastikan sumber api maupun penyebab kebakaran.

Karena itu, insiden ini tidak dapat langsung dikaitkan dengan kerusakan baterai tanpa hasil pemeriksaan teknis.

2. Sekitar 20 Kendaraan Energi Baru Terbakar di China

Kebakaran di area parkir Distrik Ganjingzi, Dalian, China, pada 30 Mei 2026, menghanguskan sekitar 20 kendaraan energi baru atau new energy vehicle (NEV).

Kebakaran diduga bermula ketika seorang pria membakar tumpukan serat atau bulu pohon poplar di dekat area parkir. Angin kencang kemudian diduga menyebabkan api menyebar hingga mengenai kendaraan yang berada di sekitarnya.

Pihak berwenang setempat dilaporkan telah menangani kasus tersebut. Tidak ada korban luka yang dilaporkan dalam kejadian ini.

Meski sejumlah gambar yang beredar memunculkan dugaan bahwa kendaraan tersebut merupakan Geely Galaxy A7, pihak berwenang belum mengungkapkan merek dan model kendaraan yang terbakar.

Kasus ini memperlihatkan pentingnya membedakan kebakaran yang diduga berasal dari lingkungan sekitar dengan kebakaran yang penyebabnya berasal dari komponen kendaraan.

Berdasarkan informasi yang tersedia, belum ada dasar untuk menyatakan bahwa kebakaran tersebut dipicu oleh baterai mobil listrik.

3. Xiaomi SU7 Ultra Terbakar di Nanchang

Mobil listrik Xiaomi SU7 Ultra terbakar di Jembatan Hero, Nanchang, Provinsi Jiangxi, China, pada 7 Juni 2026. Petugas pemadam kebakaran menangani kejadian tersebut dan tidak ada korban luka yang dilaporkan.

Dalam pernyataan yang diberitakan CarNewsChina pada 9 Juni 2026, Xiaomi menyebut pemeriksaan di lokasi dan analisis data kendaraan menunjukkan baterai traksi berada dalam kondisi operasi normal sebelum kejadian.

Perusahaan juga menyatakan tidak menemukan sinyal thermal runaway sebelum kebakaran.

Berdasarkan analisis awal tersebut, Xiaomi menyatakan dugaan baterai terbakar dengan sendirinya telah dikesampingkan. Meski demikian, perusahaan menegaskan penyebab kebakaran masih menunggu pemeriksaan dan penetapan dari petugas pemadam kebakaran.

Keterangan produsen tersebut merupakan hasil analisis awal, bukan kesimpulan final dari penyelidikan pihak berwenang.

4. BYD Seal Terbakar di Gerbang Tol Cikampek

Di Indonesia, satu unit BYD Seal terbakar di sekitar Gerbang Tol Cikampek Utama pada 31 Juli 2026. Insiden tersebut mendapat perhatian karena penyebab kebakaran masih harus dipastikan melalui pemeriksaan teknis.

Dalam keterangan resmi pada 19 Agustus 2026, Kementerian Perdagangan menyatakan telah meminta klarifikasi kepada PT BYD Motor Indonesia terkait penanganan konsumen dan perkembangan pemeriksaan kendaraan.

Berdasarkan penjelasan BYD kepada kementerian, pengemudi menyadari adanya kondisi tidak normal ketika berkendara dan menghubungi layanan pelanggan untuk mendapatkan panduan keselamatan. Pengemudi sudah berada di luar kendaraan sebelum kebakaran terjadi.

BYD kemudian berkoordinasi dengan dealer untuk membantu penanganan konsumen dan melakukan pemeriksaan teknis.

Kementerian Perdagangan menyatakan bahwa saat klarifikasi berlangsung, penyebab kebakaran belum memperoleh kesimpulan final.

Dalam perkembangan yang sama, BYD menyampaikan bahwa kendaraan pengganti telah diserahkan kepada konsumen pada 8 Agustus 2026. Pemeriksaan teknis tetap dilanjutkan untuk mencari tahu penyebab insiden.

Dengan demikian, hingga informasi yang dirujuk tersebut, penyebab kebakaran BYD Seal belum dapat dipastikan.

5. Zeekr 7X Terbakar di Dekat Stasiun Pengisian

Zeekr 7X, SUV listrik buatan China, terbakar di dekat stasiun pengisian kendaraan listrik di Ningbo, Provinsi Zhejiang, pada 9 Agustus 2026. Tidak ada korban luka yang dilaporkan dalam kejadian tersebut.

Mengutip laporan CarNewsChina pada 10 Agustus 2026, Zeekr menyampaikan bahwa pemeriksaan awal menemukan kendaraan tersebut pernah mengalami tabrakan serius. Kendaraan itu disebut belum menjalani pemeriksaan dan perbaikan di pusat servis resmi setelah kecelakaan.

Produsen menyatakan sedang bekerja sama dengan petugas pemadam kebakaran dan pihak terkait untuk menyelidiki penyebab kejadian.

Dengan demikian, riwayat tabrakan merupakan informasi awal dari pemeriksaan, bukan bukti final mengenai penyebab kebakaran.

Zeekr juga mengingatkan pentingnya pemeriksaan profesional terhadap baterai traksi, sistem tegangan tinggi, dan struktur bodi setelah kendaraan mengalami benturan serius.

Informasi tersebut relevan sebagai bagian dari edukasi keselamatan kendaraan, tetapi tidak berarti seluruh kendaraan listrik yang pernah mengalami kecelakaan pasti akan terbakar.

6. Hyundai Ioniq 6 Terbakar Setelah Kecelakaan di Slipi

Kebakaran mobil listrik juga terjadi di Jalan Letjen S. Parman, kawasan Slipi, Palmerah, Jakarta Barat, pada Jumat, 11 September 2026.

Berdasarkan keterangan Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, pengemudi Hyundai Ioniq 6 dengan nomor polisi B 18 YZK kehilangan kendali hingga menabrak separator busway. Setelah benturan, muncul percikan api dan asap dari kendaraan, kemudian mobil terbakar.

Petugas mengerahkan tiga unit mobil pemadam dengan 15 personel untuk menangani kebakaran. Api berhasil dipadamkan setelah petugas melakukan penanganan di lokasi.

Chief Operating Officer Hyundai Motors Indonesia, Fransiscus Soerjopranoto, menyampaikan bahwa perusahaan berkoordinasi dengan pemilik kendaraan dan pihak terkait untuk memahami kronologi serta penyebab insiden.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa investigasi diperlukan untuk mengetahui penyebab kejadian. Meski kebakaran terjadi setelah benturan, informasi tersebut belum cukup untuk memastikan komponen yang menjadi sumber api.

Penyebab Kebakaran Perlu Dipastikan Melalui Investigasi

Keenam peristiwa tersebut menunjukkan bahwa kebakaran yang melibatkan kendaraan listrik dapat terjadi dalam situasi berbeda.

Ada kendaraan yang terbakar di bengkel, kendaraan yang terdampak api dari luar, serta kendaraan yang terbakar setelah mengalami kecelakaan.

Namun, kronologi kejadian tidak selalu menjelaskan sumber api. Untuk memastikan penyebabnya, diperlukan pemeriksaan terhadap kondisi kendaraan, sistem kelistrikan, baterai traksi, serta kemungkinan faktor eksternal.

Pada kendaraan listrik, thermal runaway merupakan salah satu kondisi yang perlu diperiksa ketika ada dugaan masalah pada baterai.

Kondisi tersebut terjadi ketika panas dalam sel baterai meningkat secara tidak terkendali dan berpotensi memicu reaksi berantai. Meski demikian, tidak setiap kebakaran mobil listrik otomatis disebabkan oleh thermal runaway.

Karena itu, setiap kasus perlu dinilai berdasarkan bukti dan hasil pemeriksaan masing-masing. Pernyataan produsen mengenai hasil analisis awal juga perlu dibedakan dari kesimpulan akhir otoritas yang menangani kejadian.

Daftar ini merupakan rangkuman sejumlah kasus yang diberitakan, bukan statistik lengkap seluruh kebakaran mobil listrik selama Januari hingga Oktober 2026.

Data tersebut juga belum cukup untuk membandingkan tingkat risiko mobil listrik dengan kendaraan bermesin pembakaran internal karena diperlukan data kejadian terverifikasi dan jumlah kendaraan yang beroperasi sebagai pembanding.(*)

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts