BREAKING

SAINSTEKNOLOGI

Skandal AI di Ajang Sains: Nikon Batalkan Kemenangan Peneliti Tsinghua Usai Temuan Watermark Digital

Gelar juara lomba videografi mikroskopis Nikon Small World in Motion dicabut usai karya Dr Ning Xu terbukti memakai AI generatif.

SEANTERONEWS.com – Kontroversi pemanfaatan kecerdasan buatan (generative AI) mencoreng salah satu ajang kompetisi citra ilmiah paling bergengsi di dunia. Gelar pemenang utama dalam kompetisi tahunan videografi mikroskopis Nikon Small World in Motion ke-16 resmi dicabut setelah video yang memenangi juara pertama terbukti melibatkan manipulasi peranti kecerdasan buatan.

Penghargaan tertinggi tersebut mulanya dianugerahkan kepada Dr. Ning Xu, seorang ilmuwan dari Universitas Tsinghua, Tiongkok.

Karya yang diajukan Xu menampilkan rekaman mikroskopis mengenai dinamika gerak silia struktur seluler menyerupai rambut halus pada saluran pernapasan seorang anak yang mengidap primary ciliary dyskinesia, kelainan pernapasan langka yang memicu infeksi kronis pada organ paru-paru, sinus, serta telinga.

Temuan Jejak Digital SynthID dan Reaksi Komunitas Ilmiah

Kemenangan Xu memicu gelombang protes dari kalangan akademisi global dan mantan juri kompetisi. Para pakar biologi menemukan adanya anomali anatomi yang janggal pada visualisasi struktur seluler tersebut.

Kecurigaan kian tak terbantahkan setelah penelusuran forensik digital mendapati adanya tanda air (watermark) SynthID penanda tak kasatmata yang ditanamkan Google untuk mengidentifikasi konten buatan algoritma kecerdasan buatannya.

Keraguan terbuka disuarakan oleh pakar biologi silia dari Universitas Edinburgh, Profesor Pleasantine Mill, yang secara tegas menyatakan di media sosial bahwa tidak ada keraguan atas indikasi manipulasi visual pada video tersebut.

Dalam tanggapannya yang sempat diunggah di LinkedIn sebelum dihapus, Dr. Xu mengakui pemanfaatan peranti AI pada tahap pascaproduksi (post-processing). Ia berdalih algoritma tersebut hanya digunakan untuk mempertajam kontras dan memperjelas rekonstruksi visual dari pencitraan optik resolusi super monokrom, seraya mengeklaim data citra mentahnya merupakan rekaman biologis asli.

Gelar Dialihkan ke Kontestan Vietnam

Merespons pelanggaran etika kompetisi tersebut, pihak Nikon mengambil tindakan tegas dengan menganulir gelar kemenangan Dr. Xu. Korporasi optik asal Jepang ini juga berjanji merombak pedoman teknis dan memperketat mekanisme audit forensik bagi peserta di masa mendatang.

Posisi juara pertama resmi dialihkan kepada peserta asal Vietnam, Nguyen Nam Nhat, yang menyajikan video orisinal pergerakan cacing gelang mikroskopis berdampingan dengan organisme bersel tunggal.

Kasus ini mempertegas rumitnya pembuktian orisinalitas karya di era ledakan kecerdasan buatan generatif. Fenomena serupa sempat melanda dunia kesusastraan pada Mei 2026, ketika majalah sastra ternama Granta mengakui sulitnya memastikan keaslian naskah pemenang penghargaan sastra regional Commonwealth yang diterpa tuduhan serupa.

Pencabutan gelar oleh Nikon menjadi sinyal tegas bagi komunitas sains internasional untuk memperkuat pagar etika agar keaslian riset empiris tidak terdistorsi oleh ilusi visual buatan mesin.[]

author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts