BREAKING

BISNISEKONOMI

Kerek Produksi Gas, PHM Tuntaskan Proyek Sisi Nubi

PT Pertamina Hulu Mahakam sukses merampungkan proyek SNB AOI 1-3-5 di Blok Mahakam. Anjungan WPN-5 resmi beroperasi dan sumbang gas 6,12 MMSCFD bagi negara.

SEANTERONEWS.com – Upaya menjaga ketahanan pasokan energi nasional kembali mencetak tonggak sejarah baru. PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) secara resmi telah menyempurnakan megaproyek Sisi Nubi Area of Interest (SNB AOI) 1-3-5 di wilayah perairan Kalimantan Timur. Rampungnya proyek strategis ini ditandai dengan beroperasinya anjungan lepas pantai (platform) keenam sekaligus yang terakhir, yakni WPN-5.

Sejak mulai dihidupkan pada penghujung Agustus lalu, fasilitas WPN-5 langsung unjuk gigi melalui Sumur NB-501. Berdasarkan data teknis operasional, sumur tersebut sukses menyedot gas bumi hingga menembus angka 6,12 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) pasca-melewati fase eskalasi produksi (ramp-up) yang terukur.

Berdirinya WPN-5 melengkapi lima saudara kandungnya yang telah lebih dulu onstream (berproduksi) secara bertahap, mulai dari anjungan WPS-4 pada akhir 2025, hingga WPN-8 pada Juli 2026.

Bagi entitas hulu migas seperti PHM, tuntasnya proyek SNB AOI 1-3-5 memiliki makna yang jauh lebih dalam ketimbang sekadar peresmian konstruksi fisik. Ini adalah pertaruhan besar untuk memperpanjang usia produksi Wilayah Kerja (WK) Mahakam yang kini berstatus sebagai lapangan uzur atau mature field.

Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), Muharram Jaya Panguriseng, memandang keberhasilan ini sebagai bukti sahih komitmen investasi perusahaan di sektor hulu.

“Menghidupkan kembali lapangan tua menuntut keberanian berinvestasi yang dipadukan dengan sentuhan teknologi dan inovasi mutakhir. Langkah progresif PHM ini selaras dengan mandat holding untuk terus menjamin kedaulatan dan keberlanjutan energi bagi Republik Indonesia,” papar Muharram di Jakarta, Jumat (4/9/2026).

Inovasi Teknologi Pangkas Waktu Instalasi

Menilik skalanya, Proyek SNB AOI 1-3-5 bukanlah pekerjaan semenjana. Konstruksi raksasa ini melahap tak kurang dari 11 ribu metrik ton baja untuk mendirikan enam jacket (struktur fondasi), enam topside (struktur atas), tiga fasilitas ekstensi, belasan riser, dan membentangkan 22 kilometer jaringan pipa di bawah perut laut.

Tantangan terberat dari megaproyek ini adalah menyeimbangkan kecepatan waktu, kelayakan ekonomi, dan standar keselamatan kerja (safety). Guna menjawab dilema tersebut, PHM mengaplikasikan sebuah lompatan rekayasa teknologi bernama Suction Pile Foundation.

Teknologi ini menggunakan konsep tekanan hidrostatik untuk menancapkan fondasi baja ke dasar samudra tanpa perlu dipukul (dipancang) secara konvensional. Hasilnya sangat signifikan. Waktu instalasi struktur jacket yang biasanya memakan waktu hingga dua pekan, berhasil dipangkas drastis menjadi hanya lima hari kerja, tanpa mengorbankan kualitas konstruksi sedikit pun.

Perjuangan Belum Berakhir

Kendati keenam anjungan telah berdiri tegak, denyut nadi operasional di Sisi Nubi belum beranjak turun. Fokus tim Well Intervention PHM kini bergeser pada proses pengeboran dan penyiapan Sumur NB-502.

Saat ini, para insinyur tengah berjibaku memasang sand screen (penyaring pasir). Komponen vital ini berfungsi untuk membendung material pasir dari lapisan formasi geologi agar tidak ikut terangkat ke permukaan, yang berpotensi merusak fasilitas produksi. Apabila tahap ini tuntas, Sumur NB-502 akan segera digenjot masuk ke fase Put on Production (POP) dengan tingkat volume yang disesuaikan batas toleransi keamanan mekanis.

Sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di bawah supervisi SKK Migas, kesuksesan PHM mengeksekusi proyek dengan tingkat kerumitan tinggi ini tidak hanya berimbas pada penambahan kas negara dari sektor gas. Lebih dari itu, proyek ini sukses menciptakan efek ganda (multiplier effect) berupa penyerapan ribuan tenaga kerja lokal, pemberdayaan kapasitas industri penunjang nasional, serta komitmen nyata perseroan terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).[]

author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

What's your reaction?

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts