PIDIE – Dalam upaya memperkuat stabilitas daerah dan mewujudkan ruang informasi publik yang sehat, Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Pidie menginisiasi sebuah forum diskusi strategis bersama jajaran jurnalis lokal. Agenda ini berlangsung lancar di Cafe Aw, Sigli, pada Kamis (3/9) mulai pukul 10.00 WIB.
Mengusung tema besar “Bersama Dukung Program Pemerintah, Menjaga Perdamaian, dan Menolak Provokasi”, kegiatan ini menjadi wujud nyata dari komitmen insan pers dalam mengawal kondusivitas wilayah. Forum interaktif ini tak hanya dihadiri oleh puluhan pewarta dari berbagai platform media siber, namun juga melibatkan tokoh pemuda serta sejumlah perwakilan instansi terkait.
Kehadiran berbagai elemen tersebut melahirkan sebuah kesepahaman visi tentang betapa krusialnya peran media digital dalam merawat ketenteraman di Tanah Rencong.
Ketua IWO Kabupaten Pidie, Fauzal, dalam pidato pembukaannya menitikberatkan pada tingginya tanggung jawab moral yang diemban oleh seorang pewarta. Menurutnya, media memiliki kekuatan masif untuk mengedukasi publik, sehingga arah pemberitaan harus membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar.
“Forum diskusi ini adalah momentum krusial. Visi para jurnalis online harus disatukan agar kita bisa bergerak secara selaras dan harmonis demi mendorong kemajuan daerah, khususnya di Kabupaten Pidie,” tegas Fauzal di hadapan para peserta.
Tiga Kesepakatan Utama Jurnalis Siber Pidie
Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, melainkan sukses merumuskan tiga poin konklusi yang menjadi pakta integritas bersama. Adapun ketiga komitmen tersebut meliputi:
1. Sinergi Mendukung Program Pemerintah
Para jurnalis siber di wilayah Pidie bersepakat untuk memosisikan diri sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Hal ini direalisasikan melalui fungsi pers dalam menyebarluaskan informasi terkait pembangunan daerah yang dikemas secara objektif, transparan, dan bernilai konstruktif bagi masyarakat luas.
2. Merawat Keteguhan Perdamaian Aceh
Insan pers bertekad untuk terus menjaga iklim ruang digital agar senantiasa sejuk dan terhindar dari gesekan. Karya jurnalistik yang diproduksi diharapkan mampu berfungsi sebagai perekat interaksi sosial yang menjamin kelangsungan perdamaian berkelanjutan di Aceh.
3. Berdiri di Garda Terdepan Melawan Hoaks
Seluruh elemen yang hadir sepakat untuk menjadi benteng pertahanan literasi publik. Jurnalis menolak keras segala bentuk penyebaran berita palsu (hoax), ujaran kebencian, maupun berbagai bentuk narasi provokatif yang berpotensi memecah belah persatuan warga.
Menutup rangkaian kegiatan tersebut, IWO Pidie turut menggaungkan sebuah semboyan penuh makna: “Pers Bersatu, Aceh Maju. Pers Berintegritas, Aceh Bermartabat”.
Melalui jargon tersebut, diharapkan tingkat profesionalisme wartawan siber di daerah dapat terus meningkat tajam. Dengan memegang teguh standar etika dan integritas, pers lokal diproyeksikan akan selalu berdiri kokoh sebagai salah satu pilar pendorong tegaknya pilar demokrasi yang sehat dan tepercaya bagi masyarakat.[]











