PIDIE JAYA – Kepolisian Resor (Polres) Pidie Jaya terus melakukan langkah proaktif guna memperkokoh sistem keamanan di wilayah hukumnya. Demi menajamkan kepekaan dan kemampuan personel dalam mendeteksi ancaman, Polres Pidie Jaya menggelar agenda strategis bertajuk “Pelatihan Peningkatan Kemampuan Fungsi Intelijen” pada Selasa (1/9/2026).
Kegiatan yang dimulai tepat pada pukul 10.00 WIB ini dipusatkan di Aula Thatya Dharakha, Markas Komando (Mako) Polres Pidie Jaya, Gampong Tuengkluet, Kecamatan Trienggadeng. Agenda penting tersebut dibuka secara langsung oleh pucuk pimpinan Polres Pidie Jaya, AKBP Tendri Wardi, S.Pt., S.I.K., M.H.
Berdasarkan pantauan, acara ini turut dihadiri oleh jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Pidie Jaya. Di antaranya Wakapolres Kompol Dahlan, S.Sos., M.Si., Kabag SDM AKP Mahyuddin, S.H., M.H., serta Kasat Intelkam AKP Rusdiono, S.Sos., M.Si. Sementara itu, kursi peserta diisi penuh oleh para Kepala Unit (Kanit) Intelkam dari seluruh Polsek jajaran beserta segenap personel Sat Intelkam Polres Pidie Jaya.
Guna mencetak personel intelijen yang andal, pelatihan ini diisi dengan pembekalan materi yang sangat komprehensif. Sesi materi disampaikan secara bergantian oleh para perwira ahli di bidangnya, meliputi Kaur Yanmin Sat Intelkam, Kanit Keamanan Negara (Kamneg), Kanit Ekonomi, Kanit Sosial Budaya (Sosbud), hingga Kanit Politik.
Fokus utama dari pemberian materi ini adalah merekonstruksi pemahaman personel terkait cara menganalisis dinamika situasi terkini, teknik pengumpulan informasi di lapangan (pulbaket), hingga merumuskan strategi antisipasi terhadap potensi gejolak Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).
Dalam arahannya, Kapolres AKBP Tendri Wardi menggarisbawahi bahwa unit intelijen adalah “mata dan telinga” dari institusi kepolisian. Oleh karena itu, kemampuan membaca arah perkembangan situasi secara presisi merupakan hal yang mutlak dimiliki oleh setiap personel intel.
“Fungsi intelijen memegang peranan yang sangat krusial dalam mendukung kelancaran tugas-tugas operasional kepolisian. Deteksi dini (early warning) yang kuat memungkinkan kita untuk mengambil langkah antisipatif yang cepat, tepat, dan terukur sebelum sebuah potensi gangguan membesar menjadi konflik nyata,” tegas AKBP Tendri Wardi.
Pelatihan intensif ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari cetak biru (desain besar) Polres Pidie Jaya untuk terus mengasah profesionalisme anggota. Melalui penguatan sumber daya manusia di garis depan ini, pihak kepolisian berharap upaya mitigasi dan pencegahan terhadap segala bentuk ancaman gangguan keamanan di Kabupaten Pidie Jaya dapat berjalan semakin maksimal.[]











