BREAKING

NASIONAL

Himapolindo Serukan Persatuan dan Tolak Anarkisme di HUT RI

Himapolindo dari 42 kampus di Indonesia menyerukan persatuan nasional dan menolak aksi anarkisme dalam momentum HUT ke-81 RI.

SEANTERONEWS.com – Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi panggung refleksi bagi Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik Indonesia (Himapolindo). Mewakili aspirasi mahasiswa dari 42 perguruan tinggi di seluruh Indonesia, Himapolindo menyerukan agar seluruh elemen bangsa memperkuat persatuan serta menolak segala bentuk tindakan anarkisme yang dapat mencederai demokrasi.

Koordinator Pusat Himapolindo, Rosyad Fauzi, menegaskan bahwa kemerdekaan harus dimaknai dengan langkah konkret yang berdampak bagi kesejahteraan rakyat, bukan sekadar terjebak dalam retorika atau narasi yang bersifat simbolis namun nihil manfaat.

Mahasiswa sebagai Penjaga Demokrasi

Dalam diskusi refleksi kebangsaan di Jakarta, Selasa (18/8/2026), Rosyad menyoroti pentingnya peran mahasiswa sebagai pilar pengawal demokrasi. Ia menekankan bahwa meskipun mahasiswa memiliki hak untuk bersikap kritis terhadap kebijakan pemerintah, penyampaian aspirasi tersebut harus tetap dilakukan secara tertib dan konstitusional.

“Kemerdekaan ini diraih dengan persatuan. Maka, merawatnya adalah tanggung jawab mutlak kita bersama. Himapolindo berkomitmen penuh menjaga iklim demokrasi yang sehat, damai, dan kondusif bagi seluruh masyarakat,” ujar mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta ini.

Menolak Kekerasan di Ruang Publik

Senada dengan itu, perwakilan Himapolindo dari UPN Veteran Jakarta, Aji Gilang Santoso, secara tegas menolak aksi anarkisme yang kerap terjadi di ruang publik. Ia mengingatkan bahwa merusak fasilitas umum atau memicu gesekan antarmasyarakat bukanlah bagian dari karakter gerakan mahasiswa yang intelektual.

“Kami sebagai instrumen gerakan politik akan melawan segala bentuk anarkisme. Setiap langkah yang merugikan masyarakat dan merusak fasilitas publik harus dicegah sejak dini agar tidak mencederai esensi perjuangan mahasiswa,” kata Aji.

Sementara itu, perwakilan dari UIN Alauddin Makassar, Saldi, menambahkan bahwa setiap kritik yang ditujukan kepada pemerintah harus berbasis pada data, bukan didasari oleh provokasi yang memecah belah. Ia mengimbau pemuda agar tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang belum terverifikasi kebenarannya.

Peran Mahasiswa sebagai Agent of Change

Himapolindo berharap agar peran mahasiswa sebagai agent of change dan social control dapat bersinergi dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju, adil, dan berdaulat. Menurut mereka, dinamika sosial-politik yang kompleks saat ini memerlukan respons yang dewasa, cerdas, dan tetap menjunjung tinggi etika bernegara.

Melalui gerakan refleksi ini, Himapolindo menegaskan posisinya sebagai organisasi yang mengedepankan etika dan ketertiban. Mereka berkomitmen untuk terus berdiskusi, melakukan riset, dan menyusun rekomendasi kebijakan yang berdampak positif bagi rakyat, sekaligus menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa dari ancaman perpecahan.[]

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts