BREAKING

INTERNASIONAL

Bentrokan di Kapal Induk US Navy, 7 Personel Tewas

Ketegangan akibat penugasan panjang memicu bentrokan maut di atas kapal induk USS Abraham Lincoln hingga menewaskan tujuh prajurit AL Amerika Serikat.

WASHINGTON — Tekanan mental dan kejenuhan hebat akibat masa penugasan yang tak kunjung usai berujung tragedi berdarah di atas kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln. Insiden perkelahian massal antarawak kapal dikabarkan pecah saat kapal tempur utama Angkatan Laut AS (US Navy) tersebut disiagakan di kawasan Samudra Hindia untuk mendukung operasi militer di Timur Tengah.

Melansir laporan kantor berita Tasnim, bentrokan bermula tatkala perwakilan pimpinan Komando Pusat AS (CENTCOM), Brad Cooper, naik ke atas kapal guna meredam gejolak kekecewaan para prajurit. Kunjungan tersebut dilakukan menyusul gelombang protes dari keluarga personel di tanah air terkait masa pengerahan kapal yang dinilai terlalu lama.

Namun, dialog yang ditujukan untuk memberikan penjelasan justru diwarnai penolakan keras. Pejabat CENTCOM mendapat sorakan cemoohan hingga pelemparan benda dari barisan prajurit. Situasi dengan cepat tak terkendali hingga memicu pertikaian fisik antarkelompok awak kapal yang menggunakan senjata tajam. Kerusuhan tersebut mengakibatkan sedikitnya tujuh personel tewas dan sejumlah lainnya luka-luka, menciptakan suasana yang sangat mencekam di dalam armada.

USS Abraham Lincoln tercatat telah berlayar selama 263 hari sejak diterjunkan pada 21 November lalu, dengan 208 hari di antaranya dihabiskan nonstop di lautan lepas. Masa pengerahan yang sudah melampaui delapan bulan ini menjadi salah satu periode penugasan nonstop terpanjang dalam rekor operasional kapal tersebut.

Kondisi psikologis para prajurit di atas kapal dilaporkan berada pada titik terendah akibat ketidakpastian jadwal kepulangan. Gejala kelelahan fisik dan gangguan mental (burnout) parah memicu tindakan nekat beberapa personel yang berupaya melompat ke laut.

Aspirasi keluarga prajurit sebelumnya telah disampaikan kepada Pelaksana Tugas Sekretaris Angkatan Laut AS, Hung Cao. Dalam pertemuan virtual tersebut, pihak keluarga meluapkan kekhawatiran atas kondisi kesehatan jiwa sekitar 5.000 pelaut dan Marinir yang tertahan di armada tersebut. Misi yang awalnya ditargetkan rampung pada Mei lalu terus diperpanjang tanpa batas waktu yang jelas demi menjaga urgensi keamanan di kawasan konflik.

Sebagai langkah penanganan, pimpinan Angkatan Laut AS mengonfirmasi sedang mempersiapkan gugus tugas kapal induk pengganti, USS Theodore Roosevelt, untuk merotasi USS Abraham Lincoln. Kendati demikian, Pentagon belum membeberkan tanggal pasti proses pergantian armada tersebut demi pertimbangan keselamatan dan kerahasiaan operasi militer.

image_pdfimage_print
author avatar
Iqbal Sahputra

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts