SEANTERONEWS.com – Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Pengusaha Tani Indonesia Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) periode 2026–2031 kini menatap babak baru dalam perjuangan sektor pertanian nasional. Pasca dikukuhkan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) HKTI 2026 di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, organisasi ini langsung tancap gas merumuskan program-program strategis demi memperkuat kemandirian pangan.
Kepengurusan yang dinakhodai oleh Yasir Machmud ini membawa visi besar melalui semangat “Pengusaha Tani Kuat, Petani Sejahtera”. Fokus utama organisasi ke depan adalah transformasi petani tradisional menjadi pengusaha tani modern yang inovatif, produktif, dan memiliki daya saing global.
Transformasi Hilirisasi dan Kewirausahaan
Yasir Machmud menekankan bahwa tantangan sektor pertanian saat ini tidak cukup dijawab hanya dengan meningkatkan kuantitas produksi. Nilai tambah menjadi variabel penentu bagi kesejahteraan petani. Oleh karena itu, hilirisasi produk pertanian menjadi agenda utama yang akan diperjuangkan HKTI dalam lima tahun ke depan.
“Ketahanan pangan adalah fondasi kedaulatan bangsa. Pengusaha Tani Indonesia HKTI harus hadir untuk memperkuat kapasitas petani. Kami tidak hanya ingin petani menanam, tapi juga mengolah hasil panen agar memiliki nilai tambah yang lebih tinggi,” ujar Yasir Machmud, Kamis (23/7/2026).
Menurut Yasir, integrasi teknologi dan otomatisasi dalam budidaya pertanian adalah keniscayaan. Hal ini diharapkan mampu menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan efisiensi di tingkat lahan. Selain itu, tata kelola organisasi yang profesional akan menjadi modal utama dalam menciptakan wirausaha-wirausaha baru di pedesaan yang mampu menggerakkan ekonomi lokal.
Rumah Besar Kolaborasi Pertanian
Pengukuhan kepengurusan DPN Pengusaha Tani Indonesia HKTI yang dilakukan oleh Wakil Menteri Pertanian, Dr. Sudaryono, menjadi simbol sinergi kuat antara pemerintah dan organisasi profesi. Yasir menyebut bahwa pihaknya berkomitmen menjadikan organisasi sebagai “rumah besar” bagi seluruh pelaku usaha pertanian untuk berkolaborasi dan berinovasi.
“Kami berpegang teguh pada amanat Pasal 33 UUD 1945 untuk membangun ekonomi nasional yang berpihak pada kesejahteraan rakyat. HKTI akan menjadi ruang bagi petani untuk berbagi pengetahuan, mengakses pasar yang lebih luas, dan menghadapi tantangan industri bersama-sama,” tambahnya.
Program Prioritas HKTI 2026–2031
Sebagai tindak lanjut Rakernas, DPN Pengusaha Tani Indonesia HKTI telah menetapkan sejumlah prioritas kerja, di antaranya:
Akselerasi Hilirisasi: Mendorong pembangunan fasilitas pengolahan pascapanen di sentra-sentra produksi.
Modernisasi Pertanian: Penerapan teknologi otomatisasi guna meningkatkan hasil panen.
Akses Pasar Luas: Membuka jalur distribusi baru agar produk petani nasional dapat menembus pasar yang lebih kompetitif.
Dengan kombinasi antara tata kelola yang kuat dan semangat kewirausahaan, HKTI optimistis sektor pertanian Indonesia akan menjadi tulang punggung ekonomi nasional yang maju, mandiri, dan mampu memberikan kesejahteraan berkelanjutan bagi seluruh petani di Tanah Air.[]











