BANDA ACEH – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Daerah (Polda) Aceh resmi menaikkan pangkat sebanyak 1.544 personel di jajarannya untuk periode 1 Juli 2026. Upacara laporan kenaikan pangkat (korps raport) tersebut dilaksanakan secara khidmat di Lapangan Mapolda Aceh pada Selasa (30/6/2026).
Upacara penyesuaian pangkat ini dipimpin langsung oleh Wakapolda Aceh, Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K., yang hadir mewakili Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M. Agenda penting ini turut dihadiri oleh jajaran Irwasda, para Pejabat Utama (PJU) Polda Aceh, jajaran pengurus Bhayangkari Daerah Aceh, serta seluruh personel yang menerima kenaikan pangkat.
Dari total keseluruhan personel yang mendapatkan kenaikan pangkat di wilayah hukum Polda Aceh, rincian distribusinya adalah sebagai berikut:
Lingkungan Mapolda Aceh: 400 personel (terdiri atas 26 perwira, 357 bintara, dan 17 tamtama).
Lingkungan Polres dan Polresta Jajaran: 1.144 personel.
Di antara ratusan personel dari Mapolda Aceh tersebut, terdapat satu kenaikan pangkat istimewa dari AKBP menjadi Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.), yakni Kombes Pol. Henki Ismanto, S.I.K. Perwira menengah yang sebelumnya menjabat sebagai Wakapolresta Banda Aceh ini kini dipromosikan mengemban amanah baru sebagai Kepala Sekolah Polisi Negara (Ka SPN) Polda Aceh. Prosesi pelantikan khusus baginya dipimpin oleh Wakapolda Aceh di area lobi Mapolda.
Dalam amanat tertulis Kapolda Aceh yang dibacakan oleh Wakapolda, disampaikan bahwa kenaikan pangkat ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan sebuah bentuk pengakuan dan penghargaan tertinggi dari institusi serta negara atas dedikasi, loyalitas, dan integritas personel dalam menjalankan tugas dinas.
Kapolda mengingatkan bahwa pangkat yang lebih tinggi membawa konsekuensi berupa tanggung jawab moral dan profesionalisme yang lebih besar. Kenaikan pangkat ini diharapkan mampu menjadi pemantik motivasi bagi seluruh anggota kepolisian untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Terlebih lagi, tantangan tugas kepolisian ke depan dinilai akan semakin kompleks, seiring dengan dinamika geopolitik global, perkembangan teknologi, serta tingginya ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan publik. Seluruh personel diinstruksikan untuk selalu bersikap adaptif dan responsif dalam memelihara situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80, jajaran kepolisian di Aceh diajak untuk mempererat kemitraan strategis bersama unsur TNI, pemerintah daerah, tokoh lintas agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen sipil guna membangun kepercayaan publik yang kokoh terhadap institusi Polri.[]









