BREAKING

INTERNASIONAL

Tragedi Penerbangan Terjun Payung: Pesawat Jatuh Sesaat Setelah Lepas Landas di Nancy-Essey

Sebuah pesawat latihan terjun payung jatuh di Tomblaine, Prancis, menewaskan 11 orang. Penyidik telusuri kemungkinan dampak gelombang panas.

SEANTERONEWS.com – Sebuah kecelakaan pesawat latihan terjun payung mengguncang wilayah Tomblaine, Prancis, pada Minggu (28/6/2026). Insiden tragis tersebut merenggut nyawa seluruh penumpang di dalam pesawat, yang terdiri atas seorang pilot dan sepuluh penerjun payung .

Berdasarkan laporan dari otoritas keselamatan setempat, peristiwa naas ini terjadi hanya beberapa saat setelah pesawat melakukan lepas landas dari Bandara Nancy-Essey. Pesawat dilaporkan kehilangan daya angkat secara mendadak sebelum akhirnya jatuh menghantam tanah pada jarak sekitar 300 meter dari ujung landasan pacu.

Seorang saksi mata di sekitar lokasi kejadian menuturkan bahwa pesawat awalnya menanjak ke udara secara normal. Namun, suara mesin pesawat tiba-tiba menghilang di udara, disusul dengan hilangnya kendali hingga pesawat terempas ke permukaan tanah. Saksi tersebut juga menambahkan bahwa tidak terlihat adanya kobaran api atau ledakan pada badan pesawat sebelum terjadi benturan keras dengan tanah.

Jatuhnya pesawat ini juga dilaporkan nyaris menimpa salah satu rumah tinggal milik warga setempat. Saat insiden terjadi, satu keluarga sedang berada di dalam rumah tersebut untuk menonton televisi. Beruntung, pesawat jatuh beberapa meter di luar struktur bangunan, sehingga tidak menimbulkan korban luka maupun jiwa tambahan dari penduduk di darat.

Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez, mengungkapkan bahwa suasana di sekitar Bandara Nancy-Essey diselimuti duka mendalam. Beberapa anggota keluarga dari para penerjun payung berada di bandara saat penerbangan dilepas dan menyaksikan langsung detik-detik jatuhnya pesawat.

“Pesawat tersebut jatuh sekitar 300 meter dari ujung landasan pacu. Ada kesedihan yang teramat mendalam di lokasi kejadian ini,” ujar Nunez saat memberikan keterangan pers kepada wartawan.

Hingga saat ini, badan investigasi keselamatan penerbangan Prancis masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap penyebab pasti kegagalan penerbangan tersebut.

Salah satu aspek eksternal yang turut dikaji oleh tim penyidik adalah kemungkinan pengaruh dari gelombang panas ekstrem yang tengah melanda sebagian besar daratan Eropa. Sebagai catatan, satu hari sebelum kecelakaan terjadi, wilayah Nancy baru saja mencatatkan rekor suhu udara tertinggi dalam sejarah stasiun pemantauan setempat.

Meski demikian, tim penyidik menegaskan bahwa belum ada kesimpulan resmi yang mengaitkan anomali cuaca ekstrem ini dengan kerusakan teknis atau kegagalan mesin pesawat. Proses evakuasi puing-puing di tempat kejadian perkara, pengumpulan data rekaman penerbangan, serta pemeriksaan teknis mesin pesawat masih terus dilakukan guna menyusun laporan kecelakaan secara komprehensif.

Peristiwa ini menjadi salah satu kecelakaan penerbangan paling mematikan di Prancis sepanjang tahun 2026, sekaligus kembali membuka diskusi mengenai pengawasan aspek keselamatan pada kegiatan olahraga dirgantara sipil.[]

author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts