SHANGHAI – Kapal latih tiang tinggi legendaris milik TNI Angkatan Laut, KRI Bima Suci, resmi memulai etape keenam dalam pelayaran muhibah diplomasi dunia. Kapal yang membawa Satuan Latihan Kartika Jala Krida (Satlat KJK) 2026 ini bersandar di Dermaga Wusong Naval Base, Shanghai, China, pada Senin (25/5/2026).
Kedatangan kapal kebanggaan Indonesia ini disambut langsung dengan upacara militer oleh Panglima Komando Armada II (Pangkoarmada II) Laksda TNI I Gung Putu Alit Jaya. Kehadiran KRI Bima Suci di Negeri Tirai Bambu ini menjadi simbol penting dalam mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan China, khususnya dalam kerja sama maritim antar-angkatan laut.
Prosesi penyambutan di Shanghai turut dihadiri oleh jajaran pejabat penting, di antaranya Deputy Chief of Mission KBRI Beijing Parulian George Andreas Silalahi, Atase Pertahanan RI di China Laksma TNI Sumartono, serta Deputy Chief of Staff Angkatan Laut China, Colonel Yang Ye.
Selain itu, pendampingan teknis juga diberikan oleh Asisten Operasi Pangkoarmada II Kolonel Laut (P) I Gede Putu Iwan dan Paban VI Binkuat Sopsal Kolonel Laut (P) Awang Bawono untuk memastikan seluruh agenda diplomasi berjalan lancar.
Misi Diplomasi 79 Taruna AAL
KRI Bima Suci saat ini dikomandani oleh Letkol Laut (P) Sugeng Hariyanto, S.E., M.Tr.Opsla., dengan dukungan Perwira Pelaksana Latihan (Palaklat) Letkol Laut (P) Priyono, M.Tr.Opsla. Di atas geladak kapal kayu yang megah ini, terdapat 79 Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan ke-73 yang sedang menempuh latihan praktik pelayaran internasional.
Para Taruna AAL ini mengemban misi sebagai “Duta Bangsa”. Selain mengasah keterampilan navigasi dan astronomi di laut lepas, mereka bertugas merepresentasikan identitas Indonesia kepada dunia internasional melalui pendekatan budaya.
Selama empat hari masa sandar di Shanghai, Satgas KJK 2026 telah menyusun berbagai agenda strategis, antara lain:
Courtesy Call: Kunjungan resmi kepada Commander Wusong Naval Base untuk membahas kerja sama pertahanan.
Deck Reception: Jamuan makan malam resmi di atas geladak KRI Bima Suci yang dihadiri oleh tamu undangan diplomatik dan militer.
Mutual Visit: Pertukaran kunjungan antar-awak kapal untuk mempererat persaudaraan sesama pelaut dunia.
Pertunjukan Seni Budaya: Penampilan tim Genderang Suling Jala Gita Taruna AAL yang akan memukau publik di kawasan ikonik Monumen Shanghai People’s Heroes.
Melalui misi Kartika Jala Krida ini, TNI Angkatan Laut terus menunjukkan eksistensinya dalam kancah diplomasi maritim global. Kunjungan ke Shanghai diharapkan mampu menciptakan pemahaman yang lebih baik serta meningkatkan solidaritas antar-negara di kawasan Asia Pasifik demi terciptanya stabilitas keamanan laut yang kondusif.[]











