SEANTERONEWS.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi mempercepat pembangunan infrastruktur pipa transmisi gas bumi ruas Dumai-Sei Mangkei (Dusem). Langkah strategis ini diambil guna merespons temuan cadangan gas dalam jumlah besar di Blok Andaman, Aceh, yang diproyeksikan menjadi pilar baru ketahanan energi nasional.
Pembangunan jaringan pipa ini dirancang untuk menjadi urat nadi distribusi gas yang menghubungkan titik produksi di wilayah utara Sumatra menuju pusat konsumsi di Sumatra bagian selatan hingga pulau Jawa.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menegaskan bahwa pengerjaan fisik proyek Dusem telah dimulai. Pemerintah menargetkan infrastruktur ini rampung sepenuhnya sebelum Blok Andaman mulai beroperasi secara komersial.
“Blok Andaman memiliki potensi kandungan gas yang sangat signifikan. Gas tersebut nantinya akan dialirkan masuk ke daratan Sumatra melalui jaringan pipa ini,” ujar Laode di Jakarta, Minggu (24/5/2026).
Salah satu kendala utama dalam distribusi energi di Sumatra selama ini adalah belum terkoneksinya jaringan pipa gas secara terintegrasi, terutama di wilayah Sumatra bagian selatan. Pembangunan ruas Dumai-Sei Mangkei menjadi solusi kunci untuk menutup celah tersebut.
Menurut Laode, jadwal pembangunan telah disinkronkan dengan estimasi waktu produksi gas dari Blok Andaman yang diperkirakan akan dimulai pada tahun 2028. Dengan demikian, begitu gas mulai mengalir, infrastruktur transmisi sudah siap menampung dan menyalurkannya.
“Kami menyiapkan pipa ini agar saat Blok Andaman beroperasi pada 2028, fasilitas penyaluran sudah tersedia dan siap menerima pasokan besar tersebut,” tambahnya.
Proyek pipa Dusem merupakan bagian dari ambisi besar pemerintah untuk menciptakan integrasi pipa transmisi gas nasional. Visi jangka panjang Kementerian ESDM adalah menyatukan seluruh jalur distribusi gas dari ujung Aceh hingga Jawa Timur dalam satu jalur utama (backbone).
“Integrasi infrastruktur di Indonesia bagian barat akan diselesaikan melalui pipa transmisi ini. Jalur distribusi akan menyambung dari Aceh sampai ke Jawa Timur,” jelas Laode.
Berdasarkan data teknis, total investasi yang dikucurkan untuk pembangunan pipa gas Dumai-Sei Mangkei ini mencapai Rp6,6 triliun. Selain mengandalkan potensi dari Blok Andaman, pipa ini juga disiapkan untuk menyalurkan produksi dari Wilayah Kerja (WK) Agung di Aceh.
Langkah percepatan ini diharapkan tidak hanya menjamin pasokan energi bagi industri dan rumah tangga di Sumatra dan Jawa, tetapi juga meningkatkan daya saing ekonomi nasional melalui ketersediaan energi yang lebih stabil dan terjangkau.[]











