BREAKING

ACEH

Bupati Aceh Besar Tinjau Normalisasi Bantuan Presiden

Bupati Aceh Besar Muharram Idris meninjau langsung proyek normalisasi saluran dari bantuan Presiden Prabowo untuk mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana.

ACEH BESAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar terus memacu percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana hidrometeorologi. Fokus utama saat ini diarahkan pada rehabilitasi dan rekonstruksi sarana publik dengan memanfaatkan dana bantuan dari Presiden RI, Prabowo Subianto.

Guna memastikan pengerjaan berjalan tepat waktu dan tepat sasaran, Bupati Aceh Besar, Muharram Idris, melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek normalisasi saluran pembuangan di Gampong Cot Lamee, Kecamatan Kuta Baro, pada Kamis (21/5/2026).

Dalam inspeksi lapangan tersebut, Bupati didampingi oleh sejumlah pejabat teras, di antaranya Asisten I Setda Aceh Besar M. Ali, Kepala Dinas PUPR Syahrial Amanullah, serta Kalaksa BPBD Aceh Besar Ridwan Jamil. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan setiap rupiah dari bantuan pemerintah pusat memberikan dampak instan bagi mobilitas dan keamanan warga.

Rincian Paket Pemulihan Infrastruktur

Kabupaten Aceh Besar mendapatkan alokasi khusus melalui Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi. Dana tersebut dikonversi menjadi puluhan paket pengerjaan yang tersebar di wilayah terdampak bencana.

Bupati Muharram Idris merincikan bahwa bantuan ini tidak hanya menyasar saluran air, tetapi juga fasilitas vital lainnya. “Kami mengalokasikan bantuan Presiden ini untuk 19 paket normalisasi saluran pembuangan, tiga paket perbaikan tebing sungai, rehabilitasi dua bendungan, perbaikan dua jembatan gantung, serta satu paket perbaikan jalan,” jelasnya, Minggu (24/5/2026).

Langkah masif ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan wilayah (resiliensi) dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem di masa mendatang, sekaligus memulihkan aksesibilitas yang sempat terganggu.

Menyelamatkan Sektor Pertanian Warga

Bukan sekadar perbaikan fisik, Muharram menekankan bahwa prioritas utama dari pembangunan ini adalah aspek ekonomi masyarakat. Mengingat sebagian besar warga Aceh Besar bergantung pada sektor agraria, infrastruktur irigasi dan saluran pembuangan menjadi kunci utama.

Kondisi ini dibenarkan oleh Keuchik Gampong Cot Lamee, Rizal Kamal. Ia mengungkapkan bahwa selama ini lahan pertanian di wilayahnya kerap terancam gagal panen akibat penyumbatan saluran yang memicu banjir luapan saat musim penghujan.

“Kami sangat mengapresiasi gerak cepat Bupati. Saluran yang tersumbat selama ini menjadi momok bagi petani kami karena menyebabkan genangan air yang merusak tanaman. Dengan normalisasi ini, kami optimis produktivitas pertanian akan kembali stabil dan petani bisa bekerja tanpa rasa khawatir,” kata Rizal.

Normalisasi saluran di Kuta Baro ini menjadi solusi jangka panjang yang diharapkan dapat memutus rantai kerugian petani akibat bencana. Pemkab Aceh Besar berkomitmen untuk terus mengawal proyek ini hingga tuntas guna memastikan seluruh infrastruktur pascabencana kembali berfungsi optimal demi kesejahteraan masyarakat.[]

 

author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts