BREAKING

NASIONAL

Kemenhaj: Cara Bayar Dam Haji 2026 Resmi Lewat Adahi

Kemenhaj rilis mekanisme resmi pembayaran dam haji 2026 melalui Adahi Project. Simak biaya, prosedur aman, dan progres kedatangan jemaah di Makkah.

SEANTERONEWS.com – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus memperkuat tata kelola pembayaran dam (denda) bagi jemaah haji Indonesia pada musim haji 1447 H/2026 M. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan secara akuntabel, transparan, dan sesuai dengan ketentuan syariat Islam serta regulasi Pemerintah Arab Saudi.

Hingga Jumat (15/5/2026), yang menandai hari ke-25 operasional haji, seluruh layanan bagi jemaah dilaporkan berjalan kondusif. Mulai dari aspek transportasi, konsumsi, hingga layanan kesehatan dan pendampingan ibadah, semua terpantau lancar seiring dengan pergerakan jemaah menuju fase puncak haji.

Dua Skema Pembayaran Dam: Indonesia dan Tanah Haram

Menanggapi kewajiban dam bagi jemaah haji tamattu’, Kemenhaj memberikan fleksibilitas dengan tetap mengedepankan aspek legalitas. Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, menyatakan bahwa pemerintah sangat menghargai perbedaan pandangan fiqih di kalangan jemaah.

“Bagi jemaah yang meyakini pembayaran dam dapat dilakukan di tanah air, kami persilakan mengikuti prosedur yang berlaku. Namun, bagi mereka yang memilih menunaikannya di Tanah Haram, pemerintah telah memfasilitasi melalui lembaga resmi Adahi yang diakui otoritas Saudi,” jelas Maria.

Untuk menjamin keamanan transaksi, pembayaran dam di Tanah Haram wajib melalui Adahi Project yang telah terintegrasi dengan sistem Nusuk Masar. Skema ini dirancang agar distribusi daging kurban atau dam tepat sasaran dan tertib secara administrasi.

Biaya Resmi dan Layanan Jemput Bola

Pada tahun ini, biaya pembayaran dam ditetapkan sebesar 720 Riyal Saudi (SAR) per jemaah. Data terbaru mencatat sebanyak 34.308 jemaah telah menyelesaikan kewajiban dam mereka melalui jalur resmi tersebut.

Memahami kondisi jemaah yang beragam, Kemenhaj bersama Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menghadirkan inovasi layanan “jemput bola”. Petugas Adahi akan mendatangi langsung hotel-hotel tempat jemaah menginap untuk membantu proses transaksi dan verifikasi.

“Prioritas utama layanan di hotel ini adalah jemaah lansia, penyandang disabilitas, serta mereka yang masuk kategori risiko kesehatan tinggi. Kami ingin memastikan semua jemaah mendapatkan kemudahan tanpa harus keluar dari maktab,” tambah Maria.

Waspada Calo dan Jalur Ilegal

Kemenhaj memberikan peringatan keras agar jemaah tidak tergiur dengan tawaran pembayaran dam melalui jalur tidak resmi atau jasa calo. Setiap transaksi melalui Adahi akan mendapatkan bukti pembayaran sah yang tercatat secara digital dalam sistem.

“Kami mengimbau jemaah untuk menghindari pihak-pihak tidak berwenang. Penggunaan jalur resmi sangat krusial untuk melindungi jemaah dari penipuan, sekaligus memastikan dana dikelola secara transparan demi keabsahan ibadah sesuai syariat,” tegasnya.

Update Kedatangan Jemaah

Berdasarkan data statistik terkini, dinamika kedatangan jemaah haji Indonesia di Tanah Suci terus meningkat. Sebanyak 411 kloter yang terdiri dari 158.978 jemaah dan 1.641 petugas telah diberangkatkan dari Indonesia.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 392 kloter (151.382 jemaah) kini sudah berada di Makkah Al-Mukarramah. Sementara itu, jemaah yang masuk melalui Bandara Jeddah tercatat mencapai 140 kloter dengan total 53.705 orang. Adapun untuk kategori haji khusus, sebanyak 11.087 jemaah telah tiba dan siap menjalankan rangkaian ibadah haji.

author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts