ACEH SELATAN – Isak tangis pecah di Gampong Jambo Keupok, Kecamatan Kota Bahagia, saat mobil ambulans yang membawa jenazah almarhum Nurhaidid memasuki pekarangan rumah duka pada Selasa (12/5/2026) malam. Tepat pukul 20.00 WIB, warga yang telah menyemut sejak sore hari menyambut kepulangan sang perantau ke tanah kelahirannya dengan suasana penuh emosional.
Almarhum Nurhaidid sebelumnya menghembuskan napas terakhir di Malaysia. Proses kepulangannya ke Indonesia menjadi simbol kuatnya ikatan persaudaraan masyarakat Aceh Selatan, baik yang berada di kampung halaman maupun yang tengah mengadu nasib di negeri jiran.
Keberhasilan pemulangan jenazah ini merupakan buah dari kolaborasi intensif antara berbagai pihak. Prosesi serah terima secara resmi dilakukan di Bandara Internasional Kuala Namu, Medan, sebelum jenazah menempuh perjalanan darat menuju Aceh Selatan.
Penyerahan dilakukan oleh perwakilan komunitas Barat Selatan Bersatu/Bersaudara (BSB) Malaysia yang diwakili oleh Amiruddin (Apak Walad). Pihak Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan secara resmi menerima jenazah melalui perwakilan Dinas Sosial, Hardiansyah, untuk kemudian dikawal hingga ke titik akhir di rumah duka.
Keuchik Gampong Jambo Keupok, Yusairi, menyatakan rasa haru dan terima kasihnya yang mendalam atas respons cepat dari para pemangku kebijakan. Secara khusus, ia memberikan apresiasi kepada Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS, SE, M.Sos, yang dinilai sangat peduli terhadap nasib warga yang tertimpa musibah di luar negeri.
“Kami mewakili masyarakat Jambo Keupok menghaturkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati H. Mirwan. Kepedulian beliau sangat luar biasa sehingga warga kami yang mengalami musibah di perantauan bisa tiba kembali di rumah duka dengan lancar dan tepat waktu,” ungkap Yusairi.
Tak hanya kepada pemerintah, apresiasi tinggi juga dialamatkan kepada Erdy, Ketua BSB di Malaysia. Solidaritas komunitas perantau ini dianggap menjadi kunci utama lancarnya pengurusan administrasi hingga pemulangan jenazah dari Malaysia.
Di tengah suasana duka yang menyelimuti malam itu, tampak hadir Camat Kota Bahagia, Iswan Budi, serta tokoh masyarakat setempat, Abdullah Yen. Kehadiran para tokoh ini memberikan penguatan moral bagi keluarga yang ditinggalkan.
Momen kepulangan Nurhaidid menegaskan pesan mendalam bahwa jarak geografis tidak pernah benar-benar memutus tali silaturahmi masyarakat Aceh Selatan. Solidaritas sosial yang ditunjukkan oleh BSB Malaysia dan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan membuktikan bahwa setiap warga negara, di mana pun mereka berada, tetap memiliki keluarga besar yang siap merangkul dalam duka.
Rumah duka kini dipenuhi lantunan doa dari para pelayat. Almarhum kini telah tenang, beristirahat selamanya di bumi Serambi Mekkah yang sangat dicintainya.[]









