BREAKING

NASIONAL

Gunung Lewotobi Laki-laki Naik Status Siaga, Warga Waspada

Badan Geologi resmi naikkan status Gunung Lewotobi Laki-laki di NTT menjadi Level III (Siaga). Warga dilarang beraktivitas dalam radius 5 KM dan waspada lahar dingin.

SEANTERONEWS.com – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi meningkatkan tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur (NTT). Gunung api tersebut kini berada pada Level III (Siaga), naik dari status sebelumnya yang berada di Level II (Waspada).

Kenaikan status ini dinyatakan mulai berlaku efektif pada Selasa, 12 Mei 2026, pukul 13.00 WITA. Langkah ini diambil menyusul peningkatan aktivitas vulkanik yang terpantau signifikan dalam beberapa pekan terakhir di wilayah tersebut.

Indikasi Penguatan Suplai Magma

Berdasarkan laporan resmi Badan Geologi, pengamatan pada periode 1 hingga 11 Mei 2026 menunjukkan adanya penguatan suplai magma yang sangat nyata. Hal ini terlihat dari dominasi gempa Vulkanik Dalam (VA) yang frekuensinya mencapai puncak 21 hingga 32 kejadian per hari.

Plt. Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa fenomena kegempaan ini merupakan tanda adanya dorongan material dari kedalaman menuju sistem tubuh gunung api. Selain itu, pergerakan fluida di bagian dangkal gunung juga dilaporkan sangat aktif, yang ditandai dengan tingginya intensitas gempa Tremor Non-Harmonik secara persisten.

Kekhawatiran akan terjadinya erupsi diperkuat oleh data deformasi dari alat tiltmeter di Stasiun Wolorona. Alat tersebut mendeteksi tren inflasi atau penggelembungan tubuh gunung api, yang mengindikasikan akumulasi tekanan besar di dalam perut gunung.

Potensi Erupsi dan Mitigasi Bahaya

Pola aktivitas Lewotobi Laki-laki saat ini dinilai memiliki kemiripan dengan fase awal erupsi yang terjadi pada tahun 2024 silam. Meskipun belum ada tanda ledakan besar seperti yang dialami pada tahun 2025, potensi erupsi skala kecil hingga menengah diprediksi dapat terjadi kapan saja jika tekanan magmatik terus meningkat.

Menanggapi kondisi Siaga tersebut, otoritas terkait mengeluarkan sejumlah instruksi keamanan bagi masyarakat dan wisatawan:

Larangan Aktivitas: Masyarakat dilarang keras melakukan kegiatan apa pun dalam radius 5 KM dari pusat erupsi.

Waspada Lahar Dingin: Warga yang bermukim di sekitar aliran sungai yang berhulu di puncak, khususnya wilayah Nawakote, Boru, Padang Pasir, Hokeng Jaya, hingga Nurabelen, diminta siaga terhadap ancaman banjir lahar saat hujan turun dengan intensitas lebat.

Perlindungan Pernapasan: Masyarakat diimbau selalu menyiapkan masker guna mengantisipasi bahaya abu vulkanik yang sewaktu-waktu dapat mengganggu kesehatan pernapasan maupun operasional penerbangan.

Pemerintah daerah saat ini terus melakukan koordinasi intensif dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Warga diminta untuk tetap tenang dan hanya memercayai informasi resmi melalui aplikasi MAGMA Indonesia atau kanal komunikasi resmi milik Badan Geologi guna menghindari penyebaran hoaks.

author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts