SEANTERONEWS.com – Gerakan Muda (Gema) Nasional melontarkan kritik tajam terhadap kinerja Pemerintah, khususnya Kementerian Koordinator Bidang Pangan, terkait melambungnya harga Minyakita di pasaran. Lonjakan harga minyak goreng subsidi ini dinilai sudah berada di luar batas kewajaran dan semakin sulit dijangkau oleh masyarakat lapisan bawah.
Ketua Umum Gema Nasional, Eko Saputra, menegaskan bahwa fenomena ini merupakan bukti nyata dari karut-marutnya tata kelola pangan di Indonesia. Ia menilai kegagalan menjaga stabilitas harga ini menunjukkan lemahnya kepemimpinan dalam mengawal kebutuhan pokok rakyat.
Simbol Kegagalan Perlindungan Rakyat
Eko Saputra mengingatkan bahwa kehadiran Minyakita awalnya merupakan janji pemerintah untuk memberikan solusi bagi rakyat kecil. Namun, realita di lapangan saat ini justru menunjukkan hal yang sebaliknya.
“Minyakita lahir dengan janji menjadi solusi bagi rakyat kecil. Namun hari ini, program itu justru berubah menjadi simbol kegagalan pemerintah dalam melindungi rakyat dari tekanan ekonomi,” tegas Eko Saputra dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (10/5/2026).
Lebih lanjut, Eko memberikan pernyataan keras terhadap posisi Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Ia menilai jika stabilitas harga tidak segera terwujud, maka kredibilitas jabatan tersebut patut dipertanyakan. “Jika Menko Pangan Zulkifli Hasan tidak mampu menjaga harga minyak goreng tetap stabil, maka tidak ada alasan untuk tetap dipertahankan,” imbuhnya.
Alarm untuk Pemerintahan Prabowo Subianto
Krisis harga kebutuhan pokok ini disebut sebagai alarm keras bagi kabinet di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Gema Nasional mendesak agar pemerintah tidak meremehkan persoalan kebutuhan dasar, karena fluktuasi harga pangan merupakan indikator utama hadir atau tidaknya peran negara di tengah masyarakat.
Kondisi di lapangan saat ini memang cukup mengkhawatirkan:
Harga Melampaui HET: Harga Minyakita dilaporkan telah menembus angka di atas Rp20.000 per liter.
Ketidakpatuhan Harga: Angka tersebut jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter.
Pasokan Terhambat: Selain harga yang mahal, stok Minyakita di pasar-pasar tradisional juga dilaporkan masih tersendat.
Di tengah situasi pelik tersebut, rencana Menko Pangan Zulkifli Hasan untuk menyesuaikan kembali HET Minyakita justru dianggap semakin memberatkan publik. Gema Nasional berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memulihkan distribusi dan menormalisasi harga demi menjaga daya beli masyarakat.[]









