Nama Rusdi Kirana telah lama identik dengan revolusi industri penerbangan murah di Indonesia. Pria kelahiran Cirebon, 17 Agustus 1963 ini, kini memulai babak baru dalam kariernya. Tidak lagi hanya berkutat di landasan pacu sebagai bos Lion Group, Rusdi Kirana resmi mengabdikan diri di panggung politik sebagai Wakil Ketua MPR RI periode 2024–2029.
Perjalanan hidupnya adalah manifestasi nyata dari keberanian melawan arus, sebuah kisah yang bermula dari tumpukan tiket pesawat di era 90-an.
Kegelisahan Penjual Tiket: Awal Mula LCC
Sebelum memiliki armada sendiri, Rusdi menghabiskan masa mudanya sebagai penjual tiket pesawat. Dari profesi inilah ia menangkap adanya ketimpangan akses transportasi udara. Kala itu, terbang adalah kemewahan yang hanya milik segelintir elite; harga tiket selangit dianggap sebagai norma industri yang tak tergoyahkan.
Melihat celah tersebut, Rusdi mengadopsi konsep Low-Cost Carrier (LCC). Idenya sederhana namun radikal: menekan biaya operasional seminimal mungkin agar harga tiket dapat dijangkau oleh kelas menengah. Dengan modal sekitar USD 10 juta, ia bersama saudaranya mendirikan Lion Air pada Oktober 1999.
Tantangan Nasionalisme dan Rekor Dunia
Langkah awal Rusdi tidaklah mulus. Ia sempat dihujani interogasi selama tujuh jam oleh Komisi IV DPR RI atas tuduhan keterikatan modal asing. Bahkan, nama “Lion” sempat dicurigai berafiliasi dengan maskapai Singapura, padahal nama tersebut diambil dari zodiaknya sendiri, Leo.
Meski diterpa isu, strategi “We Make People Fly” terbukti ampuh. Dalam waktu singkat, Lion Air tumbuh raksasa:
2004: Menjadi maskapai dengan penumpang terbesar kedua di Indonesia.
2011: Memecahkan rekor dunia dengan memesan 230 pesawat Boeing senilai USD 22,4 miliar, disaksikan langsung oleh Presiden AS Barack Obama.
2013: Kembali mengejutkan dunia dengan memborong 234 pesawat Airbus senilai USD 24 miliar, disaksikan oleh Presiden Prancis François Hollande.
Membangun Ekosistem Penerbangan Multigenerasi
Rusdi tidak berhenti pada satu merek. Ia membangun ekosistem penerbangan yang menyasar setiap segmen pasar:
Wings Air: Menjangkau rute perintis dan kota-kota kecil.
Batik Air: Menyasar kelas premium dengan kenyamanan lebih.
Malindo Air & Thai Lion: Ekspansi ke pasar Malaysia dan Thailand.
Super Air Jet: Membidik generasi milenial dan Gen Z dengan gaya yang lebih fleksibel.
Transformasi Menuju Lingkar Kekuasaan
Sejak 2015, Rusdi mulai merambah dunia pemerintahan, dimulai sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden, kemudian menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Malaysia pada 2017.
Puncaknya, pada Pemilu 2024, Rusdi berhasil meraup 121.080 suara yang mengantarkannya ke Senayan. Kini, sebagai Wakil Ketua MPR RI, sang “Raja Maskapai Murah” membawa pengalaman manajerial dan visi strategisnya ke dalam lembaga tertinggi negara, membuktikan bahwa keberanian bertaruh di bisnis bisa menjadi modal kuat dalam pengabdian politik.[]









