BREAKING

TEKNOLOGI

Ambisi Video Vertikal: X Rilis Update Besar Saingi TikTok

X resmi merilis pembaruan besar yang berfokus pada video vertikal! Simak bagaimana platform milik Elon Musk ini bertransformasi menjadi pesaing kuat TikTok.

BANDA ACEH – Platform media sosial X terus bertransformasi menjadi aplikasi “segalanya” (everything app). Dalam pembaruan terbarunya yang dirilis pada Rabu (18/2/2026), perusahaan milik Elon Musk ini secara resmi memperkuat komitmennya pada format video vertikal, sebuah langkah strategis untuk merebut pasar yang selama ini didominasi oleh TikTok dan Instagram Reels.

Fokus pada Pengalaman “Video First”

Pembaruan ini memperkenalkan antarmuka pengguna (user interface) yang lebih imersif, di mana konten video vertikal kini mendapatkan porsi lebih besar di lini masa pengguna. X tidak lagi hanya sekadar platform berbasis teks, melainkan bertransisi menjadi hub konten visual yang dinamis.

Beberapa fitur utama dalam pembaruan ini:

Algoritma Rekomendasi Baru: Penyesuaian mesin pembelajaran (machine learning) yang lebih cerdas dalam menyajikan video pendek sesuai minat pengguna secara full-screen.

Integrasi Live Streaming: Memudahkan kreator untuk melakukan siaran langsung dalam format vertikal dengan interaksi real-time yang lebih halus.

Fitur Penemuan (Discovery): Tab khusus video yang memungkinkan pengguna menjelajahi konten populer tanpa terganggu oleh unggahan teks panjang.

Strategi Menarik Kreator dan Pengiklan

Langkah X ini bukan tanpa alasan. Dengan beralih ke video vertikal, X berupaya meningkatkan engagement pengguna, terutama dari kalangan generasi muda yang lebih menyukai konsumsi konten cepat.

Bagi pengiklan, format ini menawarkan peluang baru untuk kampanye video layar penuh yang lebih menarik perhatian. X juga dikabarkan sedang menyiapkan program bagi hasil iklan yang lebih kompetitif bagi para kreator video pendek untuk mendorong mereka berpindah dari platform sebelah.

Transformasi Menuju “Everything App”

Sejak akuisisi oleh Elon Musk, X terus mengeksplorasi fitur-fitur di luar mikroblogging, mulai dari panggilan video, lowongan kerja, hingga sistem pembayaran. Fokus pada video vertikal ini adalah bagian dari visi besar untuk menjadikan X sebagai pusat hiburan utama di perangkat seluler.

“Video kini mencakup lebih dari 80% sesi pengguna di X,” tulis pernyataan resmi perusahaan. “Kami memberikan apa yang diinginkan pengguna: konten visual yang cepat, relevan, dan imersif.”

Tantangan di Tengah Persaingan Ketat

Meski agresif, X menghadapi tantangan besar dari raksasa mapan. TikTok masih memegang kendali atas tren global, sementara YouTube Shorts dan Instagram Reels memiliki ekosistem kreator yang sangat kuat. Keberhasilan pembaruan ini akan sangat bergantung pada seberapa mampu X menghadirkan konten orisinal yang tidak sekadar “ungghan ulang” dari platform lain.

author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts