PIDIE JAYA – Sektor pertanian di Kabupaten Pidie Jaya kini berada dalam kondisi darurat. Ribuan hektare sawah milik warga tertimbun material lumpur tebal pasca-banjir besar yang melanda kawasan tersebut. Bencana ini mengancam ketahanan pangan lokal dan menghancurkan mata pencaharian utama ratusan kepala keluarga.
Merespons krisis ini, Ketua Umum Serikat Perempuan Indonesia (SERUNI) angkat bicara dan mendorong pemerintah daerah maupun pusat untuk segera melakukan langkah pemulihan yang konkret dan cepat.
Ancaman Gagal Panen Masal
Timbunan lumpur yang menutupi lahan pertanian menghambat pertumbuhan padi yang baru saja ditanam. Jika tidak segera dibersihkan, lumpur tersebut akan mengeras dan merusak unsur hara tanah secara permanen. Para petani kini hanya bisa pasrah melihat sawah mereka yang berubah menjadi hamparan lumpur kecokelatan.
“Lumpur ini menimbun harapan para petani. Tanpa bantuan alat berat dan normalisasi saluran irigasi segera, gagal panen masal sudah di depan mata,” tegas perwakilan SERUNI saat meninjau lokasi bencana.
SERUNI Dorong Pemerintah Bergerak Cepat
Ketua Umum SERUNI mendesak Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya dan instansi terkait untuk tidak menunda-nunda bantuan. SERUNI menuntut tiga poin utama untuk menyelamatkan nasib petani:
Pengerahan Alat Berat: Mempercepat pembersihan lumpur di lahan produktif warga menggunakan ekskavator.
Penyaluran Bibit dan Pupuk Gratis: Memberikan kompensasi berupa sarana produksi pertanian bagi warga yang kehilangan modal akibat banjir.
Perbaikan Irigasi: Memperbaiki sistem pengairan yang rusak total agar distribusi air kembali normal.
SERUNI juga mengingatkan bahwa perempuan tani adalah kelompok yang paling terdampak dalam krisis ini. Kehilangan pendapatan dari sawah berarti ancaman langsung terhadap stabilitas dapur dan pendidikan anak-anak di desa.
Pentingnya Mitigasi Jangka Panjang
Selain penanganan darurat, SERUNI menyoroti pentingnya evaluasi lingkungan di hulu sungai. Mereka mencurigai adanya kerusakan ekosistem yang menyebabkan banjir membawa material lumpur yang begitu masif. Pemerintah diminta lebih tegas dalam menjaga kelestarian hutan guna mencegah bencana serupa terulang di masa depan.
Nasib petani Pidie Jaya kini bergantung pada kecepatan respons pemerintah. Tanpa langkah pemulihan yang dipercepat, sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah ini terancam lumpuh total dalam waktu lama.[]









