BREAKING

INTERNASIONAL

Tragedi Sudan: Serangan Drone RSF di Rahad Tewaskan Warga

Serangan drone RSF di kamp pengungsian Rahad, Sudan, tewaskan warga sipil. Simak kronologi tragedi kemanusiaan dan situasi terkini di Sudan di sini.

SEANTERONEWS.com – Krisis kemanusiaan di Sudan kembali mencapai titik nadir yang memilukan. Sebuah serangan pesawat tanpa awak (drone) yang diluncurkan oleh kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF) menghantam wilayah Rahad, negara bagian North Kordofan, pada Sabtu (7/2/2026). Serangan ini dilaporkan menghantam area yang dipenuhi oleh warga sipil yang tengah mengungsi, menyebabkan korban jiwa dan luka-luka di tengah konflik saudara yang kian brutal.

Penggunaan teknologi drone dalam konflik Sudan kini semakin menyasar pemukiman padat penduduk dan fasilitas pengungsian yang seharusnya menjadi zona aman.

Kronologi Serangan: Ledakan di Tengah Pengungsian

Menurut keterangan saksi mata dan aktivis kemanusiaan di lokasi kejadian, serangan terjadi secara mendadak saat para pengungsi tengah beraktivitas di kamp darurat.

Target Serangan: Bom dijatuhkan di titik-titik perkumpulan warga yang melarikan diri dari zona perang di wilayah sekitarnya.

Jumlah Korban: Meskipun angka pasti masih terus diverifikasi karena akses komunikasi yang terbatas, laporan awal mengonfirmasi sejumlah warga sipil tewas di tempat, termasuk wanita dan anak-anak.

Kerusakan Material: Selain korban jiwa, serangan ini menghancurkan tenda-tenda pengungsian dan satu-satunya sumber air bersih yang tersisa di area tersebut.

Eskalasi Konflik dan Pelanggaran HAM

Wilayah Rahad telah menjadi titik panas baru dalam pertempuran antara RSF dan militer Sudan (SAF). Penggunaan drone oleh RSF dalam serangan terbaru ini dianggap oleh para pakar hak asasi manusia sebagai bentuk pelanggaran berat hukum internasional.

Pola Serangan Terarah: Serangan ini menambah panjang daftar panjang dugaan kejahatan perang di mana infrastruktur sipil menjadi target militer.

Krisis Akses Medis: Korban luka sulit mendapatkan pertolongan karena rumah sakit di North Kordofan kekurangan pasokan medis akibat blokade jalan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang bertikai.

Respons Internasional dan Dampak Kemanusiaan

Badan-badan bantuan internasional segera mengeluarkan kecaman keras atas insiden di Rahad. “Setiap serangan terhadap warga sipil yang sudah sangat menderita karena pengungsian adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan,” ungkap salah satu perwakilan lembaga bantuan di Sudan.

Hingga saat ini, Sudan tercatat sebagai negara dengan krisis pengungsian internal terbesar di dunia. Serangan seperti yang terjadi di Rahad semakin mempersulit upaya distribusi bantuan pangan dan medis ke wilayah-wilayah terpencil.

Situasi Terkini di Sudan

Pertempuran di Sudan yang pecah sejak tahun lalu belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Gagalnya berbagai upaya gencatan senjata membuat warga sipil terus berada dalam garis api. Serangan di Rahad ini diprediksi akan memicu gelombang pengungsian baru ke arah perbatasan yang sudah mulai penuh sesak.[]

author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts