SEANTERONEWS.com – Kepedulian terhadap fasilitas pendidikan agama ditunjukkan secara nyata oleh Pemerintah Aceh. Tim Relawan ASN dari Biro Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Setda Aceh melaksanakan aksi gotong royong besar-besaran untuk memulihkan dua dayah (pesantren) yang terdampak bencana di Kabupaten Aceh Utara selama dua hari terakhir.
Sebanyak 70 personel diterjunkan langsung ke lapangan guna memastikan sarana belajar mengajar para santri dapat kembali berfungsi normal dalam waktu singkat.
Aksi gotong royong yang berlangsung tertib ini menyasar dua lokasi strategis di Aceh Utara:
Dayah Salafi Malikusaleh (Tanah Jambo Aye): Pada hari pertama, relawan fokus membersihkan sisa material banjir dan menata ulang ruang-ruang kelas agar layak digunakan kembali.
Dayah Darul Aman (Langkahan): Pada hari kedua, tim melakukan pembersihan menyeluruh terhadap fasilitas penunjang dan area lingkungan dayah guna menjamin aspek kesehatan dan kenyamanan santri.
Tidak hanya tenaga, Pemerintah Aceh melalui koordinasi dengan pengurus dayah juga menyalurkan bantuan logistik yang sangat dibutuhkan. Paket bantuan yang didistribusikan meliputi: Bahan pangan pokok, perlengkapan bayi dan selimut dan kebutuhan dasar lainnya untuk warga lingkungan dayah.
Plt. Kepala BPBJ Setda Aceh, Said Mardhatillah, S.STP., MM, menegaskan bahwa keterlibatan para ASN ini adalah bentuk solidaritas dan tanggung jawab sosial lintas perangkat daerah. “Kami hadir untuk membantu percepatan pemulihan fasilitas dayah agar aktivitas pendidikan dapat kembali berjalan dengan baik,” ujarnya.
Kegiatan ini turut dipantau langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Keistimewaan Aceh Setda Aceh, Drs. Syakir, M.Si, guna memastikan distribusi bantuan tepat sasaran dan koordinasi pembersihan berjalan efektif.
Langkah cepat ASN BPBJ ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Aceh dalam mendukung pemulihan pascabencana. Dengan kolaborasi antara pemerintah, pengelola dayah, dan masyarakat, diharapkan stabilitas pendidikan di Aceh Utara dapat segera pulih sepenuhnya.[]









