SEANTERONEWS.com – Sebuah aksi perampokan spektakuler yang mengingatkan publik pada skenario film Ocean’s Eleven baru saja mengguncang Jerman. Sekelompok pencuri profesional dilaporkan berhasil menggasak uang tunai dan aset berharga senilai hingga 105 juta Euro (sekitar Rp1,7 triliun) dari sebuah fasilitas penyimpanan dengan keamanan tingkat tinggi.
Aksi ini dilakukan dengan tingkat perencanaan yang sangat matang, nyaris tanpa meninggalkan jejak sedikit pun.
Pihak kepolisian Jerman saat ini sedang melakukan investigasi besar-besaran terhadap apa yang disebut sebagai salah satu perampokan terbesar dalam sejarah negara tersebut.
Fasilitas yang menjadi target dilengkapi dengan sensor gerak, pengenalan wajah, dan penjagaan 24 jam. Namun, para pencuri berhasil melumpuhkan sistem tersebut secara digital atau fisik.
Diduga kuat para pelaku menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk merencanakan jalur masuk, bahkan mungkin menggunakan terowongan atau akses bawah tanah yang tidak terdeteksi.
Tidak ada korban jiwa dalam aksi ini. Para penjaga baru menyadari ada yang salah saat melakukan pergantian shift rutin dan menemukan brankas utama telah kosong melompong.
Selain uang tunai dalam jumlah besar, laporan awal menyebutkan bahwa sejumlah perhiasan langka dan emas batangan juga ikut raib. Nilai total yang mencapai 105 juta Euro menjadikan kasus ini prioritas utama bagi otoritas keamanan Eropa (Europol).
Polisi menduga aksi ini melibatkan sindikat kriminal internasional dengan keahlian teknis tingkat tinggi. “Kami berurusan dengan individu yang sangat terorganisir. Ini bukan pekerjaan amatir; ini adalah operasi militer dengan presisi bedah,” ujar seorang juru bicara kepolisian Berlin.
Kasus ini memicu kekhawatiran besar mengenai celah keamanan di fasilitas penyimpanan swasta dan bank-bank besar di Jerman. Otoritas kini memperketat pengawasan di seluruh jalur keluar perbatasan untuk mencegah para pelaku membawa hasil rampokan ke luar negeri.[]









