SEANTERONEWS.com – Junta militer Myanmar melaporkan angka partisipasi pemilih sebesar 50 persen pada tahap pertama pemilihan umum yang kontroversial, Rabu (31/12/2025). Pengumuman ini langsung menuai badai kritik dari kelompok pro-demokrasi dan pengamat internasional yang meragukan validitas angka tersebut di tengah perang saudara yang masih berkecamuk.
Pemilu ini merupakan yang pertama sejak kudeta militer tahun 2021, namun pelaksanaannya dianggap cacat hukum oleh banyak pihak karena dilakukan di bawah tekanan senjata.
Pihak militer mengklaim bahwa pemungutan suara berjalan lancar di wilayah-wilayah yang mereka kuasai.
Junta menyebutkan bahwa separuh dari pemilih terdaftar telah memberikan suara mereka, sebuah angka yang dianggap “luar biasa” mengingat kondisi keamanan negara.
Sebaliknya, kelompok oposisi dan Pemerintah Persatuan Nasional (NUG) menyerukan boikot total, menyebut pemilu ini sebagai “pemilu palsu” untuk memperpanjang kekuasaan junta.
Di banyak wilayah, terutama di perbatasan, pemungutan suara tidak mungkin dilakukan karena pertempuran sengit antara militer dan kelompok etnis bersenjata (EAOs).
Banyak negara Barat, termasuk Amerika Serikat dan Uni Eropa, telah menyatakan bahwa pemilu ini tidak akan bebas maupun adil. Namun, junta tampaknya tetap melangkah maju demi mencari pengakuan diplomatik dari negara-negara tetangga dan sekutu regionalnya.
“Klaim 50 persen partisipasi ini sulit dipercaya secara independen. Di banyak wilayah, tempat pemungutan suara tampak sepi, dan banyak warga yang terlalu takut untuk keluar rumah,” ungkap seorang analis politik di Yangon.
Hasil tahap pertama ini diprediksi akan memperdalam keterbelahan di Myanmar. Bukannya mengakhiri konflik, pemilu yang dipaksakan ini justru dikhawatirkan akan memicu eskalasi kekerasan baru dari kelompok perlawanan yang merasa aspirasi politik mereka telah dicuri.
Hingga kini, proses penghitungan suara masih berlangsung untuk daerah-daerah lain, sementara militer terus memperketat pengamanan di pusat-pusat kota untuk mengantisipasi aksi protes besar-besaran.[]









