SEANTERONEWS.com– Situasi keamanan di Suriah kembali berada di titik kritis. Pemerintah Suriah secara resmi telah mengerahkan pasukan militer dalam jumlah besar ke wilayah Latakia dan Tartous pada Senin (29/12). Langkah drastis ini diambil menyusul serangkaian bentrokan mematikan yang mengguncang stabilitas di wilayah pesisir yang selama ini menjadi benteng pertahanan utama pemerintah.
Pengerahan pasukan ini bertujuan untuk memulihkan ketertiban dan mencegah eskalasi kekerasan lebih lanjut yang dipicu oleh kelompok-kelompok bersenjata di kawasan tersebut.
Ketegangan memuncak setelah terjadi kontak senjata hebat yang memakan korban jiwa dari kedua belah pihak.
Latakia dan Tartous, yang sebelumnya relatif stabil dibandingkan wilayah lain di Suriah, kini menjadi pusat perhatian militer.
Tank dan kendaraan lapis baja terlihat memasuki kota-kota strategis untuk memperkuat garis pertahanan.
Laporan lapangan menunjukkan adanya pembatasan pergerakan di beberapa titik guna menjamin keamanan operasi militer.
Latakia dan Tartous bukan sekadar wilayah biasa; keduanya adalah gerbang utama perdagangan laut Suriah dan lokasi pangkalan militer strategis, termasuk kehadiran fasilitas militer Rusia. Gangguan keamanan di wilayah ini dianggap sebagai ancaman serius bagi kelangsungan pemerintahan di Damaskus.
“Pengerahan ini adalah pesan jelas bahwa pemerintah tidak akan membiarkan stabilitas di wilayah pesisir terganggu oleh pihak mana pun,” ujar seorang analis politik regional.
Komunitas internasional terus memantau pergerakan pasukan ini dengan cermat. Ada kekhawatiran besar bahwa bentrokan ini dapat memicu gelombang pengungsian baru jika tidak segera ditangani melalui jalur dialog. PBB mengimbau semua pihak untuk menahan diri guna menghindari jatuhnya lebih banyak korban sipil.
Dengan kehadiran militer yang masif, situasi di Latakia dan Tartous diperkirakan akan tetap tegang dalam beberapa hari ke depan. Fokus dunia kini tertuju pada apakah pemerintah mampu meredam gejolak ini secara permanen atau justru menjadi awal dari konflik yang lebih luas di awal tahun 2026.[]











