BREAKING

INTERNASIONAL

Mengapa Ibu Hamil dan Bayi Kini Jadi ‘Target Utama’ dalam Perang Global?

SEANTERONEWS.com – Sebuah laporan investigasi mendalam yang dirilis oleh The Guardian mengungkap kenyataan pahit yang terjadi di zona konflik di seluruh dunia. Melahirkan, yang seharusnya menjadi momen penuh harapan, kini telah berubah menjadi mimpi buruk yang mematikan. Perempuan dan bayi bukan lagi korban sampingan, melainkan diduga telah menjadi target langsung dalam peperangan modern.

Data terbaru menunjukkan setidaknya 119 serangan langsung telah dilancarkan terhadap rumah sakit bersalin dan fasilitas kesehatan ibu di berbagai belahan dunia, mulai dari Gaza, Sudan, hingga Republik Demokratik Kongo (DRC).

Di El Fasher, Sudan, rumah sakit bersalin Saudi dilaporkan terputus dari bantuan kemanusiaan jauh sebelum serangan fisik terjadi. Hasilnya? Angka malnutrisi pada ibu hamil dan anak-anak melonjak drastis, menciptakan krisis kesehatan yang tak terbayangkan.

Laporan tersebut menyoroti pola yang mengkhawatirkan:

Bukan sekadar peluru nyasar, banyak fasilitas kesehatan yang dihancurkan secara sistematis untuk melumpuhkan daya tahan masyarakat.

Ribuan ibu terpaksa melahirkan di tempat penampungan sementara, tenda, atau bahkan di jalanan tanpa bantuan medis dan pereda nyeri.

Blokade bantuan yang menyebabkan ibu hamil menderita malnutrisi ekstrem, sehingga bayi lahir dalam kondisi kritis atau meninggal dunia.

Secara hukum internasional, rumah sakit dan warga sipil—terutama ibu hamil dan anak-anak—seharusnya mendapatkan perlindungan ekstra. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan sebaliknya. Para ahli kemanusiaan memperingatkan bahwa jika dunia terus menutup mata, “serangan terhadap masa depan” ini akan menjadi norma baru dalam konflik bersenjata.

Krisis ini bukan sekadar angka statistik. Ini adalah tentang hilangnya generasi masa depan. Di Gaza saja, diperkirakan ada 180 perempuan yang melahirkan setiap harinya di tengah reruntuhan, sering kali hanya dengan cahaya lampu ponsel dan tanpa peralatan steril.

Dunia internasional menghadapi ujian moral terbesar di tahun 2025. Apakah perlindungan terhadap ibu dan bayi hanya sekadar teks di atas kertas hukum, ataukah ada tindakan nyata untuk menghentikan kekejaman ini?.[]

author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts