seanteronews — 9 Desember 2025. Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka setelah keputusannya menunaikan ibadah umrah menuai kritik keras. Permintaan maaf ini muncul di tengah sorotan pedas publik dan pejabat tinggi karena keberangkatannya ke Tanah Suci dilakukan saat wilayahnya dilanda bencana banjir bandang dan longsor.
Dalam video unggahan via akun media sosial resminya, Mirwan mengawali permintaan maaf dengan nada rendah hati. Ia menyampaikan penyesalan atas tindakan yang dianggap telah “mengganggu stabilitas nasional” dan menimbulkan keresahan banyak pihak. Ia secara khusus meminta maaf kepada Prabowo Subianto, Tito Karnavian, Gubernur Aceh, serta seluruh masyarakat Aceh dan Indonesia.
Mirwan berjanji akan bekerja keras untuk memulihkan kepercayaan publik dan menangani dampak bencana dengan sungguh-sungguh. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab terhadap korban dan pemulihan infrastruktur di Aceh Selatan tetap menjadi prioritas utama.
Permintaan maaf Mirwan muncul setelah desakan tegas dari oleh Presiden terhadap kepala daerah yang meninggalkan wilayah saat bencana, serta langkah penyelidikan administratif oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terhadap kasus ini.
Meski demikian, kontroversi terhadap keputusan umrahnya belum sepenuhnya mereda. Sejumlah pihak—termasuk dari internal partainya sendiri—menilai bahwa tindakan tersebut mencerminkan kurangnya empati serta tanggung jawab terhadap warga terdampak bencana.
Pemerintah kabupaten setempat telah mengklarifikasi bahwa keberangkatan Mirwan berlangsung setelah situasi dianggap relatif stabil dan sebagian besar korban telah tertangani. Wakil Bupati disebut mengambil alih tugas penanganan sementara. Meski demikian, masyarakat tetap menuntut pertanggungjawaban penuh atas keputusan kontroversial tersebut.
Insiden ini menjadi sorotan nasional dan mengundang diskusi luas mengenai etika kepemimpinan serta tanggung jawab sosial pejabat publik di tengah krisis. Bagaimana pun, janji untuk pemulihan serta upaya transparansi akan menjadi kunci bagi Mirwan untuk memulihkan kepercayaan masyarakat Aceh Selatan.[]










