BREAKING

NASIONALPOLITIK

Dulu Dukung di Pilgub, Ustaz Abdul Somad Bela Abdul Wahid yang Diciduk KPK, dukungan UAS Pilgub Riau

SEANTERONEWS.com – Dukungan publik yang pernah diberikan Ustaz Abdul Somad (UAS) kepada Abdul Wahid saat Pilgub Riau 2024 kini menjadi sorotan setelah gubernur terpilih itu dikabarkan terjaring operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menanggapi kabar tersebut, UAS menyatakan bahwa Abdul Wahid bukan ditangkap, melainkan hanya dimintai keterangan oleh penyidik.

Tahun lalu, UAS tampil mendukung pasangan Abdul Wahid–SF Hariyanto secara terbuka. Ia hadir di berbagai acara deklarasi relawan dan menyerukan masyarakat Riau untuk memberikan dukungan. Kehadiran UAS dianggap membawa pengaruh besar terhadap elektabilitas pasangan calon tersebut pada masa kampanye.

Momen ketika UAS turut mengantar pasangan calon itu mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau bahkan sempat menjadi perhatian publik. Menggunakan kendaraan bak terbuka dan diiringi ribuan pendukung, UAS menunjukkan dukungan simbolik kepada kandidat yang ia nilai sejalan dengan nilai-nilai keumatan.

Namun, setelah kabar penangkapan Abdul Wahid mencuat, publik mulai mempertanyakan kembali sikap politik dan tanggung jawab moral dari tokoh agama besar seperti UAS. Dukungan yang semula dianggap murni moral kini dinilai membawa konsekuensi reputasi, terutama ketika kandidat yang didukung terjerat kasus hukum.

UAS dalam pernyataannya menegaskan bahwa informasi yang beredar di publik perlu diluruskan. Ia mengatakan, yang ditangkap bukanlah gubernur, melainkan pejabat di lingkungan Dinas PUPR Provinsi Riau. UAS pun meminta masyarakat untuk tidak mudah termakan isu yang belum pasti kebenarannya.

Kasus ini menjadi pengingat penting tentang hubungan antara tokoh agama dan dunia politik. Dukungan terbuka dari figur keagamaan dapat memberikan dampak besar terhadap persepsi publik, baik secara positif maupun negatif, tergantung pada hasil dan perilaku kandidat yang mereka dukung.

Masyarakat menilai bahwa dukungan politik dari tokoh agama seharusnya disertai sikap tanggung jawab terhadap nilai kejujuran dan integritas. Ketika tokoh agama terlibat dalam urusan politik praktis, garis pemisah antara dakwah dan kepentingan politik sering kali menjadi kabur.

Bagi masyarakat Riau, kejadian ini menjadi ujian kepercayaan terhadap pemimpin dan ulama. Mereka berharap agar kedua belah pihak pemerintah daerah dan tokoh agama dapat menjaga marwah moral serta memastikan bahwa semua proses hukum berjalan transparan dan adil.

Publik kini menantikan hasil penyelidikan resmi dari KPK dan klarifikasi lebih lanjut dari pihak terkait. Peristiwa ini menjadi pelajaran penting bahwa dukungan politik, terutama dari tokoh agama, harus dijalankan dengan kehati-hatian demi menjaga integritas dan kepercayaan publik.

author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

1 Comment

  1. Thanks for sharing. I read many of your blog posts, cool, your blog is very good. https://www.binance.bh/en-TR/register?ref=GQ1JXNRE

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts